Hujan Deras Guyur Pacitan, Banjir Genangi 4 Rumah Warga

oleh -131.130 views
Banjir di Prambon.
Banjir di Prambon.
Banjir di Prambon.

Pacitanku.com, PACITAN – Hujan deras yang kembali terjadi di kawasan Kecamatan/Kabupaten Pacitan pada Kamis (15/9/2016) kembali menyebabkan banjir di Dusun Prambon, Desa Sukoharjo Pacitan.

Informasi dari Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Ratna Budiono, Kamis malam mengatakan bahwa banjir di sekitar klep dam menyebabkan sumber air sungai masuk setinggi lutut orang dewasa. “Air masuk ke 4 rumah warga setempat,”katanya.

Rumah warga yang tergenang banjir tersebut adalah Isya, Amat, salim dan Ponatin. Ratna juga menyebut terjadi kerusakan akibat banjir, dimana satu tiang listrik dekat lokasi dam hanyut. “Dikhawatirkan akan menimbulkan konsleting karena kabel dilalui arus aktif,”ujar Ratna.

Sebelumnya pada Jumat (9/9/2016) malam kawasan Dusun Prambon RT/RW02/II juga tergenang banjir menggenangi jalan dan pekarangan. Adapun penyebabnya adalah pembangunan dam Sukoharjo dalam pengerjaan saluran air yang mengarah ke dusun prambon Sukoharjo belum tertutup sehingga air mengalir mengarah ke Dusun Prambon dan Sirnoboyo.

Selain banjir, dilaporkan dari jalan kabupaten di wilayah Cindal di perbatasan Desa Purwoasri dan Karangnongko, Kebonagung juga tertutup material longsor. Di wilayah tersebut juga terjadi beberapa titik longsoran yang menimpa rumah.

Untuk diketahui, saat ini ada enam rumah warga yang berada di Dusun Kresek RT/RW 02/VII Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung dalam kondisi memprihatinkan. Sementara jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Pacitan sudah berada di lokasi tersebut.

Kondisi ini disebabkan dari dampak badai La Nina yang terjadi di pantai selatan Jawa. Sehingga, beberapa daerah termasuk Pacitan mengalami kemarau basah.‘’Hujan diprediksi terus turun hingga bulan Oktober nanti,’’ ungkap Ratna.

Ratna mengatakan, sesuai prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah selatan Jawa akan mengalami hujan terus-menerus.

Dampak badai La Nina di wilayah Pacitan sangat terasa. Penyebabnya, suhu panas di Samudera Hindia yang notabene berada di sebelah selatan Pacitan mempengaruhi pembentukan awan di wilayah 1001 gua. ‘’Kumpulan awan akan cepat berubah menjadi air hujan. Tetapi, curah hujan tidak bisa merata,’’ katanya.

Kondisi cuaca yang tak lazim ini berdampak serius dengan timbulnya bencana tanah longsor. Terlebih, apabila curah hujan tinggi dan berlangsung hingga satu jam lebih. Karena serapan air ke dalam tanah dipastikan akan terlalu banyak. (RAPP002)