Bikin Bangga! Ini Deretan Film dengan Latar Wisata di Pacitan

oleh -59 Dilihat
Screenshoot film Tania. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Pacitan dikenal dengan berbagai destinasi wisatanya yang indah. Berkunjung ke Pacitan, Anda akan menjumpai banyak wisata dengan keindahan dan kekhasan masing-masing.

Dengan beragam potensi wisata itu, membuat Pacitan memiliki magnet tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

Tak heran, karena ciri khas Pacitan dengan pantainya yang indah akhirnya berhasil menarik minat sejumlah produser memproduksi film yang berlatar Kabupaten Pacitan. Produser yang terlibat pun adalah kelas nasional, seperti Falcon Pictures, Visinema hingga Miles Film.

Sejak tahun 2010 lalu, sudah ada beberapa film, baik film nasional maupun internasional yang mengambil Pacitan sebagai latar untuk pembuatan film. Apa saja?

1. Kenun (2010)

Screenshot film Kenun (2010) dengan latar Pantai Teleng Ria. (Foto: Dok. SCTV)

Dengan dibintangi sejumlah artis ibukota, Film Televisi (FTV) yang dirilis tahun 2010 ini mengisahkan seorang anak laki-laki yang bertekad mencari ibunya lantaran sudah dua bulan tidak memberikan kabar di Arab Saudi.

Bocah tersebut bernama Muhammad Ainun alias Kenun. Ia adalah murid kelas lima sekolah dasar yang tinggal bersama kakek dan neneknya di salah satu dusun di Pacitan. Ayah Kenun telah meninggal dunia, sementara sang ibu bekerja sebagai TKW di Arab Saudi.

Namun dan sudah dua bulan ibu Kenun tidak mengirimkan kabar. Ketidakjelasan kabar ibunda Kenun membuat bocah itu khawatir. Terlebih media massa sedang ramai memberitakan penyiksaan terhadap TKW.

Demi mengetahui keberadaan sang ibunda, Kenun pun bertekad mencari kepastian kabar perempuan yang melahirkannya itu, kalau perlu sampai ke Arab Saudi.

Sejumlah latar Pantai digambarkan di film ini, salah satunya Pantai Teleng Ria Pacitan berlatar belakang Gunung Limo.

2. Tania (2014)

Screenshoot film Tania. (Foto: Istimewa)

Film kedua dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yang mengambil latar di Pacitan adalah film Tania yang rilis tahun 2014 lalu.

Film ini menceritakan kisah cinta segitiga gadis tuna netra bernama Tania. Film ini diperankan oleh Dianeersky (sebagai Tania), Ferly Putra (sebagai Tara), Afdhal Yusman (sebagai Genta). Proses syuting dilakukan di dua daerah, yakni Solo dan Pacitan. 

Khusus di Pacitan, lokasi syuting di Pantai Srau. Film ‘Tania’ yang khusus mengambil lokasi di Pacitan dan Solo juga tidak luput dari balutan kisah cinta yang menyentuh serta konflik-konflik yang menyayat hati.

Selain Ferly, film ‘Tania’ dibintangi oleh deretan bintang muda saat itu, yaitu Dianeersky (Tania), Afdhal Yusman (Genta), Wulan Guritno, Ike Muti dan Toto Rasiti.

3. Kulari ke Pantai (2018)

Screenshoot film Kulari ke Pantai. (Foto: Dok. Miles Film)

Film selanjutnya yang mengambil latar di Pacitan adalah film Kulari ke Pantai (Miles Film) yang tayang tahun 2018 lalu. Film ini menceritan sebuah petualangan seru bersama anak-anak dan keluarga dengan berbagai bumbu masalah intrik dan konflik namun juga lucu.

Kawasan wisata Pantai Watukarung di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku menjadi salah satu lokasi shooting film Kulari ke Pantai yang digarap oleh Miles Film.

Salah satu lokasi shooting yang dipilih adalah di Pantai Watu Karung, Pacitan, yang diakui oleh Mira Lesmana dan Riri Riza sebagai pantai yang indah dan masih sangat bersih.

Di kawasan ini, sejumlah kru film nampak mengunjungi berbagai titik dan spot pantai, salah satunya adalah kawasan Kali Cokel yang masih satu titik dengan pantai.

Film Kulari ke Pantai bercerita tentang dua anak perempuan berbeda karakter bernama Sam (Maisha Kanna) dan Happy (Lil’li Latisha). Bersama keluarga, mereka melakukan perjalanan darat menjelajah dari Pulau Jawa, salah satunya Pacitan, Jawa Timur hingga Pulau Rote.

Film ini didukung oleh para pemeran lain seperti Lukman Sardi, Karina Suwandi, Ibnu Jamil, Edward Suhadi, dan M. Adhiyat.

Selain itu ada deretan komika ternama seperti Dodit Mulyanto, Mo Sidik, Praz Teguh, serta figur yang cukup dikenal di media sosial seperti Ligwina Hananto dan Suku Dani. Film yang akan memasuki proses shooting pada 10 Maret 2018 itu telah tayang di bioskop pada Juni 2018 lalu.

4. Asal Kau Bahagia (2018)

Screenshoot tayangan film Asal Kau Bahagia (2018. (Foto: Dok. Falcon)

Film selanjutnya yang berlatar Pacitana dalah film produksi Falcon film berjudul Asal Kau Bahagia. Dibintangi actor terkemuka Aliando Syarief, film ini mengambil lima Pantai di Pacitan, salah satunya Pantai Soge, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo dan Pantai Watukarung, Desa Watukarung Kecamatan Pringkuku sebagai latar filmnya.

Pacitan sengaja dipilih karena film ini mengambil kisah traveling dengan keindahan pemandangan alamnya.

Film ini diangkat dari salah satu lagu ‘Asal Kau Bahagia’ yang dinyanyikan kelompok Armada dan sempat hits beberapa waktu silam.

Film yang tayang tahun 2018 mengisahkan tentang tokoh Ali (Aliando Syarief) yang mengalami kecelakaan dan koma. Hanya saja ruhnya terbangun dan melihat sang kekasih, Aurora (Aurora Ribero), ternyata tengah dekat dengan Rasya (Teuku Rassya).

Satu-satunya orang yang dapat melihatnya adalah sang sahabat, Dewa (Dewa Dayana). Keduanya, lantas mencari tahu tentang rahasia Aurora.

5. The East (2021)

Salah satu scne film The East di Pantai Watukarung. (Foto: PT Shantika Alternatif Komunikatama (Salto) Films Jakarta dan New Amsterdam Films Company Belanda)

Selain film nasional, sejumlah film internasional juga mengambil latar Pacitan. Salah satunya adalah film berjudul The East yang disutradarai Jim Taihuttu dari Belanda. Film ini rilis tahun 2020 di Belanda dan tahun 2021 di Indonesia.

Dan salah satu destinasi wisata Pantai di Pacitan, yakni Pantai Watukarung, Pringkuku, Pacitan, kembali jadi lokasi syuting film. Kali ini. Film ini digarap bareng PT Shantika Alternatif Komunikatama (Salto) Films Jakarta dan New Amsterdam Films Company Belanda. ‘

Kegiatan syuting di Pacitan dilaksanakan pada bulan Maret 2019 dengan melibatkan sekitar 300 orang.

Mulai dari tim produksi, sutradara, aktor dan aktris, kru, dan lainnya. Sekitar 90 orang di antaranya dari luar negeri. Sedangkan sisanya warga Indonesia. Pun sekitar 30 orang warga Desa Watukarung dilibatkan.

Sejumlah aktor dan aktris tanar air terlibat dalam film The East. Di antaranya Putri Ayudya dan Lukman Sardi.

Selain Pacitan, sejumlah kota lain di Indonesia menjadi latar film yang tayang di Mola TV tahun 2021 lalu ini, yakni DI Yogyakarta, Semarang, Magelang dan Bandung.

The East, kata dia, mengambil setting masa Agresi Militer Belanda II. Film tersebut berkisah tentang tentara Belanda bernama Johan yang didatangkan ke Indonesia untuk menemui The Turk, komandannya.

Tokoh yang diperankan Martijn Lakemeier itu dilatih berperang. Dalam perjalanannya muncul konflik dengan The Turk hingga dia dan kelompoknya dianggap pembelot. Pasalnya, komandan yang diperankan Marwan Kenzari itu dianggap pembunuh berdarah dingin.