Cerita Pemuda Desa di Pacitan Biayai Kuliah dengan Penghasilan dari Google

oleh -Dibaca 28.832 kali
Afrig Aminudin, seorang pemuda dari Desa Hadiwarno, Ngadirojo yang sukse mengembangkan berbagai aplikasi. (Foto: Dok. Istimewa/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Nasib manusia tidak pernah ada yang tahu, kecuali oleh Penciptanya. Namun dengan bekerja keras, semangat yang tinggi dan kegigihan serta doa yang terus mengalir akan menjadikan nasib seseorang menjadi lebih baik.

Hal itu dialami oleh Afrig Aminuddin, pemuda asal Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan.

Walaupun berasal dari desa, Afrig Aminuddin kini sudah bergelar Master of Engineering dan kini bersiap bergelar Doctor of Philosophy atau sekelas Doktor dalam usia yang masih cukup muda, yakni berusia 29 tahun.

Afrig Aminuddin juga sudah diangkat menjadi Dosen tetap di Universitas AMIKOM Yogyakarta, sebuah Perguruan Tinggi yang cukup terkenal di Indonesia.

Menurut Wira Swastika, karib Afrig, perjuangan sahabatnya itu sangat luar biasa. Wira sendiri mengenal Afrig Aminuddin saat dirinya kuliah di Yogyakarta.

“Saya menyaksikan sendiri bahwa Afrig Aminuddin merupakan sosok yang tidak kenal menyerah. Meskipun berasal dari keluarga yang sederhana, namun semangatnya untuk maju sangat luar biasa,”kata Wira, Ahad (16/1/12022).

Bahkan, kata dia, saat menempuh kuliah jenjang Strata (S-1), Wira mengatakan sahabatnya tersebut hanya mengandalkan penghasilannya dari Google Adsense yang diperolehnya dari web dan pembuatan aplikasi.

“Kami sering berdiskusi tentang web dan pembuatan aplikasi. Dari diskusi kami, dapat saya simpulkan dia orang yang enak bekerja sama dengan siapapun, dan sangat cerdas,”tandasnya.

Bahkan saat ditawari membuat sebuah aplikasi dengan algoritma cukup sulit, Wira mengatakan Afrig dengan optimistis menyanggupi.“Aplikasi itu pernah ditawar oleh salah satu perusahaan dengan nilai fantastis, mencapai angka miliaran,”jelas dia.

Dukungan penuh orang tua Afrig

Menurut Wira, Afrig yang merupakan alumnus SMPN 1 Ngadirojo Pacitan itu juga didukung oleh orang tua yang selalu mendoakan anaknya.

“Meskipun dia anak tunggal, Ayah Mas Afrig sangat mendukung apa yang menjadi cita-cita anaknya. Bahkan dengan kepasrahan yang total kepada Allah SWT, dia mendoakan putra semata wayangnya itu sukses dalam bekerja dan meniti karier,”jelas Wira.

Baca juga: Keren, Putra Asli Pacitan ini Ciptakan Aplikasi Konsultasi Kesehatan Lekasehat

Selain itu, Wira juga mengungkapkan bahwa dirinya terinspirasi sikap idealis Afrig. Sikap idealis tersebut adalah Afrig ingin selalu membuat aplikasi yang bermanfaat, dan tidak mau membuat aplikasi yang tidak bermanfaat.

“Dia selalu idealis, namun dengan pencapaian yang diraihnya saya menjadi terinspirasi. Mulai saat itu saya kemudian menirunya membuat aplikasi yang bermanfaat. Meskipun berkurang dari sisi pendapatan, namun hati kita lebih tenteram, karena aplikasi yang kita buat bermanfaat bagi banyak orang yang menggunakannya,” lanjutnya.

Wira berharap, banyak anak-anak muda bisa meniru kisah sukses Afrig Aminuddin yang kini sedang mengejar karier program doktoralnya di negeri Jiran.

“Pintar, cerdas, semangat dan idealis. Semoga nantinya banyak anak-anak muda seperti dia,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.