BNPB: Bertambah, Total Korban Meninggal Dunia Akibat Erupsi Semeru 14 Orang

oleh -Dibaca 664 kali
Warga Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur melakukan evakuasi akibat aktivitas awan panas guguran Gunung Semeru, Sabtu (4/12). (Istimewa)

Pacitanku.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis update terbaru korban dampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan persnya di Jakarta, Ahad (5/12/2021) mengatakan update hingga Ahad sore pukul 17.30, jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Semeru sebanyak 14 orang.

Abdul mengatakan BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lumajang terkait pemutakhiran data dampak erupsi.

“Korban meninggal dunia teridentifikasi di dua kecamatan, yaitu 11 orang meninggal dunia di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 3 orang meninggal dunia di Kecamatan Candipuro,” jelasnya, mengutip siaran pers BNPB.

Lebih lanjut, Abdul mengatakan rincian korban meninggal yang ada di dua kecamatan, yaitu di Kecamatan Pronojiwo 6 orang, Kecamatan Candipuro 5 orang, 1 korban dari Desa Sumberwuluh dan korban lainnya masih diidentifikasi.

“Untuk korban meninggal dunia dari Kecamatan Pronojiwo adalah Poniyem (50 tahun), Bawon Triono (33 tahun), Yatifa, Luluk, Edy dan Edy Pranowo, sedangkan untuk korban meninggal dari Kecamatan Candipuro adalah Dafa (14 tahun), Siti (40 tahun) dan 3 korban lainnya masih dalam proses identifikasi,”jelasnya.

Selain itu, kata Abdul, terdapat satu korban meninggal atas nama Besut (50 tahun) di Desa Sumberwuluh dan korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Terkait penanganan korban luka berat, Abdul mengatakan sebanyak 35 orang dibagi di 8 orang di Rumah Sakit dr. Haryoto, 16 orang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian, 3 orang di Rumah Sakit Bhayangkara dan 8 orang di Puskesmas Penanggal.

“Untuk korban luka lainnya sejumlah 21 orang, sehingga total keseluruhan korban luka sebanyak 56 orang,”tukasnya.

Selain itu, Abdul mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang juga melaporkan sebanyak 5.205 jiwa terdampak kejadian sebaran awan panas guguran yang terjadi pada Sabtu (4/12) lalu.

“Sampai saat ini BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait jumlah korban terdampak dan perkembangan jumlah orang yang mengungsi menjadi 1.300 jiwa,”jelasnya.

Abdul mengatakan Bupati Lumajang menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru selama 30 hari terhitung mulai 4 Desember 2021 sampai dengan 3 Januari 2022 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 188.45/525/427.12/2021.

“Bupati Lumajang juga menetapkan Komando Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru yang dipimpin oleh Komandan Distrik Militer 0821 Lumajang, bersama Komandan Bataliyon Infantri 527 sebagai Wakil Komandan I, Kepala Kepolisian Resor Lumajang sebagai Wakil Komandan II dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang sebagai sekretaris,”pungkasnya.