Apresiasi Penyelenggaraan EJSN ke-3, Bupati Ipuk: Media Ibarat Satu Tubuh yang Membuat Banyuwangi Lebih Baik

oleh -Dibaca 283 kali
Bupati Ipuk memberikan sambutan dalam EJSN edisi 3 di kabupaten Banyuwangi pada Ahad (5/12/2021). (Foto: Dwi Purnawan/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengapresiasi digelarnya penyelenggaraan East Java Social Network (EJSN) meet up edisi ketiga yang digelar di Kabupaten dengan julukan ‘the sunrise of Java’ tersebut sejak Sabtu (4/12/2021) hingga Ahad (5/12/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Ipuk mengatakan pihaknya sejak awal selalu menggandeng media sebagai bagian dari mitra Pemerintah Kabupaten membangun Banyuwangi.

“Pada saat saya melantik teman-teman Pemda, juga saat melantik kepala Desa dan berbagai komunitas, kami menyampaikan bahwa semua yang tinggal, hidup, mencari makan di Banyuwangi itu satu keluarga, satu tubuh, kalau satu sakit, semuanya pasti merasakan, jadi, media kami anggap sebagai satu tubuh,”kata Bupati Ipuk saat menerima kunjungan para peserta EJSN edisi ke-3 dari seluruh daerah se-Jawa Timur pada Ahad (5/12/2021) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan baik buruknya pembangunan di Banyuwangi juga tergantung salah satunya dari media.

Bupati kemudian mengatakan bahwa sejak masa pemerintahan Bupati Abdullah Azwar Anas, pihak Pemkab selalu menggandeng media untuk menjadi mitra strategis Pemerintah dalam membangun Banyuwangi.

“Maka ketika di masa pak Bupati Anas, Pak Bupati saat itu meminta kepada kominfo untuk merangkul semua media, baik media berita, media kuliner, media wisata, semuanya ini saya anggap ini satu tubuh yang membuat Banyuwangi (lebih baik dan maju) seperti sekarang ini,”ujarnya.

Bupati Ipuk menceritakan dulunya Kabupaten Banyuwangi jarang orang mengenalnya, apalagi sebagai Kabupaten tujuan destinasi wisata seperti saat ini.

“Coba, siapa dulu yang kenal Banyuwangi, udah wilayahnya paling ujung timur, kalau ke Banyuwangi hanya numpang ke kamar mandi dan langsung menyeberang ke Bali, apalagi takut disantet, jadi saat itu Banyuwangi kesannya jelek banget,”paparnya.

Namun dalam kurun waktu kisaran 10 tahun belakangan, pembangunan Banyuwangi menjadi lebih pesat dengan branding utama salah satunya adalah ‘sunrise of java’ lengkap dengan berbagai destinasi wisatanya.

Bupati Ipuk menyebut perubahan Banyuwangi ke arah yang lebih baik dan lebih maju salah satunya karena peran media yang terus mengabarkan hal-hal positif dari Banyuwangi.

“Siapa yang menyangka sekarang Banyuwangi berubah (menjadi lebih baik dan maju), kalau bukan dari teman-teman media yang terus mengabarkan hal-hal positif di Banyuwangi,”ujar dia.

Sehingga, imbuh Bupati, sehebat apapun hal yang dilakukan Pemerintah, tanpa peran media juga tidak ada apa-apanya.

“Sehebat apapun pemerintah membuat gebrakan, misalnya kita bikin Banyuwangi Festival  itu kegiatan kita buat gebyar, kalau tidak ada media yang mengabarkan, itu juga tidak ada apa-apanya (gaungnya), maka bagi kami, media adalah satu tubuh dimana Pemda bekerja ,dan daerah ini bisa maju,”pungkasnya.

Dalam kegiatan ramah-tamah dengan Bupati Ipuk tersebut, sekitar 100 peserta EJSN yang berasal dari 38 Kabupaten/Kota se-Jatim juga berkesempatan mengunjungi sejumlah destinasi di Kawasan pendopo tersebut, seperti guest house dengan konsep ramah lingkungan, rumah Osing dan sumur Sritanjung.

Sebelumnya, para peserta EJSN juga berkesempatan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi, seperti Pantai Cacalan, Desa Wisata Adat Osing Kemiren dan wisata De Djawatan.