Erosi Sungai Lorok Gerus Lahan, 20 Warga di Desa Tanjungpuro Ngadirojo Terancam

oleh -Dibaca 650 kali
EROSI ANCAM RUMAH WARGA. Erosi sungai Lorok mengancam sejumlah rumah di Desa Tanjungpuro, Ngadirojo. (Foto: Istimewa/dok)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) yang menghuni tujuh rumah di Dusun Krajan Lor, Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan terancam erosi dari Sungai Lorok. Sejak April 2021 lalu, erosi jadi ancaman bagi warga di kawasan tersebut.

Kepala Seksi Kesra Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungpuro, Kusuma Hadi Purnawan saat dikonfirmasi Pacitanku.com, Selasa (16/11/2021) mengatakan total 20 warga dari tujuh KK terancam erosi di kawasan itu.

“Adapun tujuh KK itu adalah Misradi total 3 anggota keluarga, Budiono 3 anggota keluarga, Tuwadi (Tumirah) 2 anggota keluarga, Tumarno 2 anggota keluarga, Basofi 4 anggota keluarga, Katwanto 3 anggota keluarga dan Jayadi 3 anggota keluarga, semuanya 20 warga,”katanya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Hadi ini menuturkan, salah satu rumah warga yang terancam hanyut ke sungai adalah rumah Misradi. Saat ini, rumah tersebut hanya tinggal berjarak kurangg lebih 3 meter dari bibir sungai.

“Pemdes Tanjungpuro telah melakukan berbagai upaya maksimal sesuai dengan kemampuan anggaran. Namun karena terbatasnya anggaran, usaha yang dilakukan oleh Pemdes Tanjungpuro belum bisa mengatasi bencana yang sudah terjadi sejak April 2021 ini,”papar Hadi.

Hadi menuturkan, dari total 7 KK tersebut, saat ini pihak Pemdes juga sudah mengevakuasi sementara 2 KK yang rumahnya terancam hanyut.”Ada dua KK yang sudah dievakuasi sementara,”tukasnya.

Kejadian tersebut, kata Hadi, sudah terjadi sejak April 2021 lalu dan sudah dilaporkan oleh Pemdes Tanjungpuro.

“Kejadian itu mulai April 2021, saat itu sudah kami laporkan, pada saat itu masih ada beberapa meter, kemudian update lagi minggu kemarin tinggal 3 meter jarak dari rumah ke sungai, dan hari ini sudah sangat mepet sekali,”jelas dia.

Pemerintah, kata Hadi, juga telah meninjau kejadian tersebut, yakni dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pacitan.

Dia berharap, Pemerintah segera membuat bronjong di kawasan itu untuk mencegah terjadinya bencana alam.

“Kami sudah membuat surat ke dinas terkait, harapannya segera dibuat bronjongisasi, kami usulkan 250 meter untuk bronjongnya,”pungkasnya.

Pewarta: Dwi Purnawan

Video Hujan Deras, Banjir dan Longsor Terjadi di Sejumlah Titik di Pacitan