Apresiasi Penyusunan RPJMD Selesai Tepat Waktu, DPRD Pacitan Dorong Pemda Tingkatkan Proyeksi Pendapatan

oleh -Dibaca 391 kali
Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono usai paripurna DPRD Pacitan, Jumat (15/10/2021). (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan Ronny Wahyono menyampaikan apresiasi atas penyusunan Rencana Pembangunan Janga Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pacitan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Selamat dan terimakasih karena penyusunan RPJMD ini telah diselesaikan tepat waktu, karena sebagai peraturan perundang-undangan RPJMD harus diselesaikan 6 bulan setelah (Bupati dan Wakil Bupati Pacitan,red) dilantik,”kata Ronny Wahyono saat dikonfirmasi awak media usai rapat paripurna DPRD dengan agenda pengesahan RPJMDPacitan pada Jumat (15/10/2021).

Selanjutnya, Ronny mengatakan penyusunan RPJMD tersebut tinggal menunggu evaluasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Sehingga harapnnya 26 oktober 2021 sudah bisa diundangkan, sehingga tidak menyalahi peraturan yang ada,”ujar politikus Partai Demokrat Pacitan ini.

Lebih lanjut, Ronny mengatakan dalam pembahasan RPJMD tersebut, pihaknya mencermati beberapa poyeksi pendapatan maupun proyeksi belanja daerah.

“Dan kami disini menganggap proyeksi pendapatan ini sudah realistis dan rasional karena sesuai dengan situasi keadaan yang ada saat ini,”ujar dia.

Memang, kata Ronny, jika dibandingkan dengan situasi tahun 2016 hingga 2019 agak berbeda. Hal itu, imbuh Ronny, pandemi COVID-19 dimulai tahun 2020.

“Dimana proyeksi pendapatan (tahun 2020) ini juga tidak tercapai, oleh karena itulah dengan kami mengalokasi proyeksi pendapatan juga kami sependapat dengan Pemda, untuk tetap realistis dan rasional,”papar dia.

Namun demikian, Ronny memastikan pihaknya juga tetap mendorong Pemda untuk meningkatkan proyeksi pendapatan tersebut.

“Kami tetap mendorong Pemda meningkatkan proyeksi pendapatan tersebut, dari Rp 1.746 miliar menjadi Rp 1.850 miliar, berarti ada peningkatan pendapatan Rp 100 milyar lebih, itu yang kami harapkan,”jelasnya.

Ronny mengatakan penyusunan RPJMD ini baru rencana pembangunan, adapun nanti realisasinya saat Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) Tahun Anggaran 2022 dan pembiayaan serta pedoman dalam penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Ronny menekankan meskipun proyeksi pendapatan 2022 realistis rasional, tetapi tetap Pemda harus memacu kinerjanya untuk mencapai proyeksi pendapatan tersebut.

“Kami terus menekankan Pemda untuk tetap bersemangat jangan sampai nanti kita realistis rasional tetapi kinerjanya melemah, itu tidak kami harapkan. Kami harapkan kinerja terus dipacu, sehingga harapnnya dalam KUA PPS dan APBD tetap melebih target dari pada proyeksi pendapatan yang sudah ditetapkan,”jelasnya.

Lebih lanjut, Ronny memandang proyeksi pendapatan tahun 2022 realistis, karena sesuai kondisi yang ada saat ini.

“Karena untuk (proyeksi) 2020 saja tidak tercapai, (proyeksi) 2021 ini masih masih berat, kemarin juga banyak ada pemangkasan pos  belanja,  daripada kita menargetkan pospendapatan tinggi tetapi tidak tercapai dan kita harus memangkas, lebih baik kita proyeksi pendapatan rasional tetap melebihi target yang ada,”pungkasnya.

Pewarta: Sulthan Shalahuddin
Editor: Dwi Purnawan