Desa Bangunsari Pacitan Jadi “Destinasi Langganan” Maling Jelang Idul Fitri

oleh -Dibaca 432 kali
DISATRONI MALING. Rumah Bambang HS warga Dusun Jambu Bangunsari disatroni pencuri pada Senin malam. (Foto: Julian Tondo)

Pacitanku.com, PACITAN – Seolah menjadi destinasi berlangganan bagi para maling, Dusun Jambu , Desa Bangunsari RT 01 RW 01, Kecamatan/kabupaten Pacitan, setiap tahunnya hampir dipastikan selalu ada warga yang rumahnya kebobolan.

Seperti yang terjadi pada Senin (10/5/2021), satu rumah milik Bambang Hadi Suprapto, berhasil dibobol maling dan membawa uang tunai sebesar Rp 5 juta serta tiga ponsel.

Kejadian bermula saat semua pemilik rumah sedang menjalankan ibadah sholat tarawih di masjid, lalu ketika pulang korban mendapati jendela belakang rumahnya telah dibuka dengan paksa.

“Dibenarkan ada pembobolan rumah. Dan kejadian saat rumah sepi ditinggal sholat trawih ke masjid,”kata kanit Reskrim Polsek Pacitan, IPDA Yuyun Krisdiantoro, Senin malam.

Pelaku pembobolan rumah tersebut bisa dikatakan cukup rapi, karena polisi tidak menemukan jejak saat olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Jejak di rumah sudah rusak, karena pemilik sudah membersihkan TKP, sementara jendela di belakang juga tidak ada petunjuk, hanya ada bekas jendela yang dicongkel,”imbuh Kanit.

Sementara itu, adik korban (Bambang HS), Yudhistira yang rumahnya berdampingan dengan korban, menceritakan, saat kejadian istrinya mendengar ada suara seperti benda jatuh dari belakang rumah.

“Istri saya dengar ada suara gubrak tiga kali, dikira kucing, dia ajak saya lihat kebelakang tapi saya cuek, eh ternyata kok maling,”jelas Yudhistira, adik korban.

Yudhistira menambahkan, bahwa rumah korban (Bambang HS), pada 2019 lalu juga pernah dibobol maling, dan saat itu bukan hanya uang yang hilang, namun sejumlah perhiasan juga ikut digasak.

“Ini dibobol lagi, dulu 2019 juga pernah, lewat jendela samping. Waktunya dulu juga pas ditinggal sholat tarawih, jadi sudah dua kali ini,”ungkap Yudhi, sapaan akrabnya.

Menurut keterangan yang berhasil dikumpukan pewarta di lapangan, kejadian pembobolan rumah ini setiap tahun selalu terjadi di dusun Jambu, di saat bulan Ramadhan dan waktu ditinggal sholat tarawih .

“Lha daerah situ (RT 01/RW01) sering kemalingan mas.mungkin karena pendudukya sugih sugih (kaya kaya). Apalagi pas mau Idul Fitri, pasti ada yang kemalingan,”kata Beni, salah satu remaja Dusun Jambu.

Tercatat dalam kurun waktu empat tahun terakhir,ada empat rumah  di lingkungan dusun jambu yang dibobol maling saat ditinggal penghuninya sholat tarawih di masjid. Dan uniknya masing-masing rumah mendapat giliran dibobol dua kali.

“Dulu rumah mas Aan (salah satu korban) juga dibobol, terus tahun berikutnya juga dibobol lagi, malingya seolah paham situasi sekitar,”pungkas Beni kepada pewarta.

Pewarta: Julian Tondowisudo
Editor: Dwi Purnawan