Begini Persiapan Pacitan Sambut Rencana Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021

oleh -Dibaca 765 kali
Kepala Dinas Pendidikan Pacitan Daryono. (Foto: Putro Primanto/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menargetkan sekolah sudah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Juli atau pada semester genap tahun ajaran 2020-2021. Terkait hal itu, Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan menyiapkan sejumlah langkah jika wacana tersebut terealisasi.

“Secara umum untuk pelaksanaan belajar mengajar bagi siswa di sekolah itu diwacanakan pemerintah dalam hal ini kemendikbud di bulan Juli, tentunya kami menyikapi dan menyiapkan diri persiapan-persiapan diri dalam menyambut PTM 2021,”kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Daryono saat ditemui Pacitanku.com, Kamis (18/3/2021) di Pacitan.

Sejumlah persiapan tersebut, kata Daryono, adalah vaksinasi sudah dilakukan di sekolah-sekolah untuk guru dan tenaga kependidikan.

“Beberapa sekolah di Pacitan juga sudah memulai vaksinasi untuk siswa dan guru. Dan ini sudah proses, tidak serentak namun sudah di mulai bidang kesehatan,”imbuh dia.

Selain itu, Daryono mengungkapkan sekolah juga telah menyiapkan dalam pembelajaran tatap muka langsung bulan Juli nanti. “Nantinya di tahun ajaran baru kita juga sudah menyiapkan sekolah yang lengkap dengan protokol kesehatan,”jelasnya.

Sebagai informasi, sejak Selasa (17/3/2020) lalu, semua siswa didik mulai PAUD, TK, SD, SMP dan pendidikan luar sekolah di Pacitan melakukan sistem pembelajaran di rumah secara dalam jaringan (daring) akibat pandemi COVID-19.

Lebih dari 1 tahun pandemi, kemudian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menargetkan semua sekolah sudah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021. Menurut Nadiem, pembelajaran tatap muka rencananya dilakukan dengan sistem rotasi.

Sekitar 50 persen siswa akan masuk ke sekolah dan sisanya melakukan pembelajaran daring secara bergantian. Pembelajaran di sekolah juga harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

bahwa kegiatan ini dikeluarkan pemerintah melalui Surat keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah, Kanwil atau Kemenag dalam memberikan izin pelaksanaan Sekolah Tatap Muka (STM). Hal ini dikeluarkan pada 20 November 2020 di kanal Youtube Kemendikbud.

Rencana STM tetap berlanjut ketika Presiden Joko Widodo menargetkan vaksinasi kepada 5,7 juta guru di Indonesia. Jokowi mengatakan bahwa target STM akan dilakukan pada bulan Juli mendatang. Menurut Jokowi vaksinasi guru dan jajarannya menjadi prioritas utama dalam melakukan kegiatan ini.

Adapun standarisasi sekolah yang akan memulai kegiatan STM ialah, menyediakan sarana sanitasi dan kebersihan yang meliputi toilet bersih dan layak, sarana mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, dan menyediakan cairan disinfektan.

Selain santasi untuk kebutuhan kebersihan diri, standarisasi selanjutnya adalah pihak sekolah harus memiliki akses fasilitas kesehatan yang mumpuni. Lebih lanjut, sekolah harus menetapkan aturan wajib masker dan memiliki Thermogun.

Hal terakhir yang harus dipersiapkan sekolah adalah memetakan warga terdampak Covid-19 yang berada dalam satuan pendidikan dan tentunya menerima persetujuan dari pihak Komite Sekolah atau Wali Murid.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan

https://youtube.com/watch?v=v0csTOuHyEY