Sediono Dorong Penggunaan Pupuk Organik Eco Farming untuk Tingkatkan Kualitas Hasil Pertanian

oleh -Dibaca 249 kali
Anggota DPRD Kabupaten Pacitan Sediono saat mengecek persawahan di Arjosari.

Pacitanku.com, ARJOSARI – Anggota DPRD Kabupaten Pacitan Sediono mendorong penggunaan pupuk organik Eco Farming produksi PT Bandung Eco Sinergi Teknologi menggantikan pupuk kimiawi untuk peningkatan kualitas hasil pertanian.

Hasil pertanian petani Desa Arjosari Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan meningkat usai menggunakan pupuk organik Eco Farming menggantikan pupuk kimiawi.

Demplot pertanian seluas kurang lebih setengah hektar yang diperkenalkan oleh Sediono warga Desa Arjosari yang juga anggota DPRD Kabupaten Pacitan ini, mampu menyuburkan area persawahan yang ditanami.

Pertumbuhan padi semakin lebih baik, peningkatkan jumlah panen padi tahun ini diprediksi naik sepuluh hingga dua puluh persen.

“Kami sangat bersyukur dikenalkan dengan Pupuk Organik Eco Farming, tanaman tumbuh kokoh kuat, bulir-bulir padi kami lebih berisi, serta anakan padi jadi lebih banyak,”ujar Sediono, baru-baru ini.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan banyak perbedaan yang dirasakan dari hasil pertanian sebelum dan sesudah memakai pupuk organik Eco Farming.

Bahkan, kata dia, pupuk Eco Farming tersebut lebih ekonomis dan bisa menjadi solusi untuk kedepannya.

“Kedepannya, kami tidak akan menggunakan pupuk kimia lagi, karena dengan contoh penggunaan pupuk organik Eco Farming yang digunakan saat ini sudah membuktikan padi yang kami tanam membuahkan hasil baik dan mengalami pertumbuhan yang signifikan,” katanya.

“Penggunaan pupuk organik Eco Farming ini juga sebagai antisipasi kelangkaan pupuk yang sulit di dapat para petani di wilayah kabupaten Pacitan” imbuhnya.

Sementara Sarip salah satu anggota kelompok tani desa setempat mengakui hasil pertanian yang ditanam Sediono menggunakan pupuk organik tersebut lebih baik pertumbuhanya, padahal saat tanam mundur  dua belas hari.

“Beberapa tahun terakhir tingkat kesuburan tanah pertanian di wilayah ini berkurang, para petani mengeluh hasil panen padinya terus merosot dalam sepuluh tahun terakhir. Namun setelah melihat hasil pertanian yang digarap  Sediono kesuburan tanah kembali membaik sementara pertumbuhan tanaman bagus berbeda dengan tanaman padi padi milik petani lain,”pungkasnya.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan