Potensi Ketidakhadiran Pemilih di TPS Meningkat, KPU Maksimalkan Sosialisasi Lewat WA Group dan Medsos

oleh -85 views
Ketua KPU Pacitan Sulis Styorini saat apel gelar pasukan pengamanan Pilkada, Selasa (1/12/2020). (Foto: Julian Tondo/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Potensi ketidak hadiran pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Pacitan pada Rabu (9/12/2020) mendatang dikabarkan meningkat. Hal ini diduga terjadi karena kurangnya  sosialisasi langsung ke masyarakat di pelosok.

Pantauan wartawan dilapangan, hingga hari ini masih banyak penduduk yang bahkan tidak tahu bahwa Pilbup Pacitan akan jatuh pada Rabu (9/12/2020) mendatang.

“Saya tahu mas, bupati mau diganti, tapi kapane gak ngerti (tidak tahu-red). Ya cuma tahu banyak gambar-gambar bupati baru,”kata Sogimin, warga Wonokarto, Selasa (1/12/2020).

Selain ketidak tahuan jadwal Pilbup, ada beberapa warga masyarakat yang terindikasi tidak datang ke tempat pemungutan suara. Hal itu dikarenakan tidak yakin dan kurang pas terhadap tokoh-tokoh calon yang gambarnya masif terpampang di tempat tempat umum.

“Saya tidak milih mas. Calon-calon ya saya ndak pas. Yang satu masih terlalu muda, yang satunya lagi walaupun mantan Wabup tapi ya gitu-gitu saja. Jadi yang semua masih ndak sreg di saya,”ungkap Jayadi, warga Desa Pelem Pacitan.

Disisi lain, perlu diwaspadai juga potensi keengganan partisipan untuk hadir di TPS juga dipicu adanya hembusan berita terkait potensi penyebaran COVID-19 di lingkup TPS. Sehingga masyarakat dalam hal ini merasa takut.

Pada teorinya, penerapan protokol kesehatan di TPS nanti sudah dilakukan, mulai dari pengaturan jadwal kedatangan, sarana cuci tangan, pemeriksaan suhu badan, dan pembagian sarung tangan plastik. Namun Pada prakteknya penumpukan pemilih bisa terjadi di luar TPS.

“Ya masuk di TPS dijaga. Diatur, lha tapi kecenderungan masyakat kalau mau berangkat banyak yang janjian, ayo berangkat bareng saja, lha meski dijadwal kalo maunya berangkat bareng piye. Apa mau di tolak? Terus pasti numpuknya diluar TPS. Yang di sambi rokok lah, ngopi lah, wis banyak lah. Apalagi pas waktu menghitung. Pasti juga banyak kerumunan,” jelas Sarwito, salah satu warga, kepada pewarta.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pacitan Sulis Styorini mengatakan pihaknya sudah merasa cukup maksimal dalam melakukan tahapan sosialisasi pemilihan bupati nanti.

“Kami sudah melakukan dengan maksimal tahapan sosialisasi plibup. Kami juga memaksimalkan Sosialisasi melalui media sosial, group group WA, sarana sarana informasi di pasar, di desa. Jadi bagi kami sudah cukup maksimal,”Kata Rini, saat menghadiri acara simulasi TPS di halaman Mapolres Pacitan, Selasa (1/12/2020).

Pewarta: Julian Tondo
Editor: Dwi Purnawan

Video Polres-KPU Pacitan Gelar Simulasi Coblosan Pilkada di Masa Pandemi