Menelusuri Mata Air Goa Dawung, dari Bawah Tanah Kota 1001 Goa

oleh -13148 views
Sumber Air Goa Dawung Donorojo. (Dok Pacitanku)

Pacitan selama ini dikenal dengan sebutan 1001 goa. Namun belum ada bukti yang menunjukkan jika kampung halaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memiliki total 1001 goa. Selama ini memang, Pacitan dikenal dengan Goa Gong yang memiliki keindahan yang tak ada duanya. Namun siapa sangka, tak hanya goa gong, Pacitan memiliki potensi banyak goa yang memiliki potensi masing-masing untuk dikembangkan.

Pada suatu saat yang lalu, sekelompok anak muda yang memiliki hobi berpetualang mencintai alam menelusuri untuk membuktikan julukan 1001 goa tersebut. Anak-anak muda yang tergabung dalam Pacitan Speleologi Society (PSS) tersebut menelusuri satu demi satu goa di Pacitan. Bukan apa-apa, mereka hanya ingin membuktikan julukan tersebut.

Dengan teman-teman PSS sebelum memasuki Goa. (Foto: Dok Pacitanku)

“Keberadaan PSS ini, salah satunya ingin membuktikan bahwa selama ini Pacitan yang dikenal dengan kota 1001 goa, benar-benar memiliki goa yang banyak, dan kami pelan-pelan mulai membuktikan, setidaknya dari tiga desa di Kecamatan Donorojo, ada 58 goa,”kata Insya Assabirin, anggota PSS, saat berbincang dengan Pacitanku.com, awal Agustus 2020 lalu.

Lebih dari itu, anak-anak PSS juga ingin membuktikan, bahwa goa-goa yang berada di Pacitan, selain untuk pariwisata, juga memiliki potensi energi sumbar daya air (SDA). Sumber daya air yang selama ini sangat dibutuhkan oleh sebagian warga Pacitan, yang sering dilanda kekeringan tiap tahun.

Insya Asabirin PSS

Pada awal Agustus 2020 lalu, kami Bersama PSS kembali mencoba membuktikan satu goa di Pacitan, ternyata memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Bukan untuk pariwisata, melainkan semacam bedah potensi SDA yang katanya banyak terdapat di goa-goa yang berada di Kawasan kars tersebut. Satu goa yang kami telusuri adalah Goa Dawung. Goa ini terletak di Desa Sekar, Kecamatan Donorojo, sekitar 40 kilometer ke arah barat kota Pacitan.

“Setiap tahun warga disini sering dilanda kekeringan, padahal di dekat sini, ada Goa Dawung yang airnya stabil, bahkan saat musim kemarau juga bisa dikatakan stabil untuk kebutuhan minum dan kebutuhan sehari-hari warga,”kata Insya Assabirin, yang selanjutnya akrab disapa Ica, saat berbincang sejenak sebelum menelusuri Goa Dawung tersebut.

Benar saja, saat memasuki mulut goa, kami, tim Pacitanku dengan teman-teman dari PSCI melihat pancaran air goa yang deras sekali. Padahal di awal bulan Agustus itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau terjadi.

Yang cukup menarik, di dalam goa tersebut aliran airnya sangat deras. Bahkan saat kami, berjalan menelusuri jengkal demi jengkal sampai kisaran 450 meter di bawah tanah, melihat potensi airnya melimpah.

Air melimpah tersebut kontras dengan kondisi di atas goa. Ladang dan kebun milik warga setempat kekeringan, tanahnya merekah seakan membutuhkan guyuran air untuk menumbuhkan kembali kehidupan di ladang milik warga tersebut.

Adalah Joko, warga setempat, yang pertama kali melihat ada potensi goa yang memancarkan mata air kehidupan tersebut. Pada tahun 2013 lalu, Joko menelusuri untuk pertama kalinya Goa Dawung tersebut.

Mas Joko

Di kunjungan ketiga kalinya, pada awal Agustus 2020 lalu, dia selalu memiliki harapan, goa yang memiliki sumber air tersebut bisa bermanfaat untuk warga sekitarnya, utamanya untuk mengairi sawah, ladang, dan terpenting untuk kebutuhan sehari-hari warga di Desa Sekar, Kecamatan Donorojo.

“Harapan kami, ini ada persoalan kekeringan setiap tahun di desa kami, sementara disini ada potensi Goa Dawung yang memiliki air yang stabil, bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan kekeringan itu, misalnya air diangkat menggunakan alat, karena kendala kami (warga) itu di modalnya (alat),”kata dia, sembari tersenyum.

Goa Dawung itu, saat kami menelusuri jengkal demi jengkal, memiliki Panjang total sekitar 450 meter hingga puncak. Namun diperkirakan masih ada lagi terusan goa tersebut. Di sepanjang  jalur goa yang kami lewati, air yang ada cukup melimpah. Bahkan di titik akhir penelusuran kami, kami mengambil satu botol air goa untuk diminum. Rasanya segar seperti minuman air mineral pada umumnya.

Di sepanjang penelusuran kami di Goa Dawung, berbagai model jalur kami tempuh. Dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap plus penerangan yang lebih dari cukup, kami mulai menelusuri goa Dawung.

Model jalur pun kami tempuh siang itu, mulai dari area yang luas, ada momen dimana kami harus menuruni bebatuan yang terjal, harus membungkuk karena Lorong terlalu kecil, dan ada momen dimana kami harus pelan-pelan melintasi batu-batu goa yang berumur sangat tua tersebut.

Jalan di dalam Goa cukup terjal. (Foto: Dok Pacitanku)

“Ini, stalagtit dan stalagmit ini setiap tahun tumbuhnya 0,1 milimeter, bayangkan berapa tahun yang dibutuhkan untuk membentuk ukiran alam batuan yang berbentuk seperti itu,”ujar Ica, anggota PSS, saat berbincang sembari menelusuri Goa Dawung.

Memang, selain potensi airnya yang melimpah, pesona Goa Dawung juga terletak dari ukiran-ukiran, pahatan-pahatan alam yang memikat. Utamanya di sisi jelang berakhirnya 450 meter petualangan Goa Dawung.

Gelambir-gelambir raksasa mirip kain gordyn kami temukan. Dan untuk mendaki Kawasan tersebut, alas kaki berupa sepatu boot harus kita lepas. Bukan apa-apa, itu dilakukan agar bisa merawat batu-batu goa itu tetap terlihat cantik, tanpa terinjak kaki yang penuh lumpur, di area sebelum Kawasan akhir penelusuran tersebut.

Di akhir petualangan, Ica berharap agar potensi air yang melimpah di Goa Dawung tersebut bisa dimaksimalkan, utamanya untuk mengatasai kekeringan yang selama ini terjadi. Tak hanya itu, Kawasan kars yang ternyata memiliki kekayaan sumber daya, baik keindahan alamnya, maupun sumber energinya, bisa tetap lestari.

“Pacitan itu juga Kawasan kars, masuk wilayah Gunung Sewu, harapannya Kawasan ini tetap lestari,”pungkasnya.

Petualangan kami sekitar 2,5 jam pun berakhir dengan memuaskan. Kami bisa menelusuri area sumber energi air yang bisa digunakan untuk mengatasi kekeringan. Tak hanya itu, kami juga menemukan Goa yang cukup indah, yang membuktikan, jika Pacitan itu kaya potensi alam berupa Goa. Melimpah potensi airnya.

Video Telusur Goa Dawung Donorojo, Sumber Mata Air Bawah Tanah

Liputan oleh: Dwi Purnawan
Fotografer: Sulthan Salahuddin