Bupati Pacitan Launching Ponpes Tangguh Al Fattah Kikil

oleh -13305 views
Bupati-Kapolres saat launching Ponpes tangguh semeru di Ponpes Al-Fattah Kikil. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Bupati Pacitan Indartato bersama Kapolres Pacitan AKBP Didik Hariyanto dan Komandan Kodim 0801/Pacitan yang diwakili  Kasdim 0801/Pacitan Mayor inf Tommy Fedi Anugrahan melaunching pondok pesantren tangguh Al Fattah Kikil pada Jumat (10/7/2020) di Kecamatan Arjosari, Pacitan.

“Dengan menerapkan protokol kesehatan kita berharap tidak ada penularan di pondok pesantren,”kata Bupati Indartato, seperti dikutip dari siaran pers Humas Pemkab Pacitan, saat launching pondok pesantren tangguh di Ponpes Al Fattah Kikil Arjosari.

Saat ini pesantren dibawah pimpinan KH Burhanudin HB itu tengah menyambut kedatangan para santri termasuk santri baru.

Pihak lembaga telah menyiapkan protokol  dengan memberlakukan skrining kesehatan. Para santri dan wali santri  harus melalui pemeriksaan suhu tubuh, disinfeksi, cuci tangan hingga isolasi jika dicurigai dari zona penularan.

Sementara, Kapolres Pacitan AKBP Didik Hariyanto meminta kerjasama yang baik semua pihak terutama santri dan wali santri. Kejujuran dan kedisiplinan  penting agar tidak terjadi penularan baru.

Dengan pondok pesantren tangguh tidak hanya kesehatan santri tapi juga mewujudkan keamanan bagi pondok pesantren itu sendiri.

Kapolres juga mengatakan posisi Pacitan saat ini masih masuk zona kuning. Hanya saja, kata Kapolres, untuk daerah Sudimoro dan Ngadirojo harus diperhatikan.

Turut hadir dalam launching di Ponpes Al-Fattah Kikil tersebut Plt Kepala Dinas Kesehatan Trihariadi Hendra Purwaka, Kepala Dinas Sosial Sunaryo, juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Rachmad Dwiyanto, dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo.

Ponpes tangguh ini merupakan yang kedua di Pacitan, setelah sebelumnya Pondok Pesantren Tremas terlebih dahulu diluncurkan sebagai Ponpes tangguh Corona.

Editor: Dwi Purnawan