DPRD Pacitan: Gugus Tugas Masih Punya PR Cukup Rumit

oleh -202 views
DPRD Kabupaten Pacitan. (Foto: Dwi Purnawan/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN– Bertambahnya empat pasien positif coronavirus disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Pacitan, mengundang perhatian serius bagi anggota DPRD setempat. Kendati begitu, lembaga legislatif memberikan apresiasi dan acungan jempol kepada satuan tugas yang begitu sigapnya bisa mendeteksi masyarakat terpapar virus SARS-CoV-2 tersebut.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Ronny Wahyono, tanpa kesigapan dari gugus tugas, mungkin jumlah masyarakat terpapar COVID-19 akan bisa meledak.

Karena itu, sebagai mitra pemerintah, DPRD memberikan ucapan terimakasih setinggi-tingginya kepada satuan tugas percepatan penanganan COVID-19, yang selama ini tak kenal lelah untuk membantu masyarakat dalam penanganan wabah COVID-19.

“Atas nama DPRD Pacitan, kami sampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada gugus tugas. Sebab dengan kinerjanya, bisa lebih meminimalisir sebaran COVID-19 di Pacitan,” ujarnya, Sabtu (23/5/2020).

Meski begitu, Ronny yang juga maju sebagai bakal calon Bupati Pacitan dari Partai Demokrat ini berharap, masih banyak tugas dan pekerjaan rumah (PR) cukup rumit bagi gugus tugas, untuk bisa memutus mata rantai penyebaran coronavirus di Pacitan.

“COVID-19 memang sulit terdeteksi tanpa ada uji swab. Banyak kejadian, seseorang dinyatakan non reaktf hasil rapid diagnostic test. Namun setelah dilakukan uji swab, hasilnya positif. Ini PR cukup rumit yang harus dituntaskan oleh gugus tugas. DPRD selalu memberikan support kepada gugus tugas, agar wabah COVID-19 bisa segera berakhir,” jelasnya.

Lain itu, Ronny Wahyono juga berpesan kepada masyarakat luas, agar senantiasa mematuhi imbauan pemerintah untuk mengendepakan porotokoler kesehatan. Apalagi saat hari lebaran nanti.

“Gunakan masker ketika keluar rumah, dan selalu jaga jarak fisik (physical distancing) saat melakukan interaksi sosial. Serta sesering mungkin cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir. Sebab hanya dengan cara itu bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” tegasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan