BPBD: Bencana Pacitan Merata di 12 Kecamatan

oleh

Pacitanku.com, PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan menyebut bencana alam tanah longsor dan banjir yang terjadi di Pacitan pada Selasa (28/11/2017) hingga Rabu (29/11/2017) lalu merata di 12 kecamatan.

“Apalagi sekupnya sangat besar, kita banjir juga tanah longsor, kalau daerah lain, semisal Ponorogo cuma satu tempat, ini kita 12 kecamatan,  ini 12 kecamatan, tempatnya lebih luas lagi, ini yang menjadi agak lama bagi kami untuk menuntaskan,”kata Sekretaris BPBD Pacitan, Ratna Budiono saat berbincang dengan Pacitanku.com, Selasa (5/12/2017) lalu.

Sekretaris BPBD Pacitan Ratna Budiono. (Foto: Dok.Pacitanku)

Menurut Ratna, setelah masa darurat bencana, ada beberapa tahap pasca bencana alam yang dilalui, yakni recovery dan menuju masa transisi selama tiga bulan.

“Setelah ini recovery, tujuh hari sudah lalui, tujuh hari kedua kita masuki, 3 bulan untuk masa transisi, kan yang namanya bencana itu ada tiga, siaga darurat, ada darurat ada transisi bencana,”katanya.

Merunut data dari laman infobencana.pacitankab.go.id, sebanyak 25 korban meninggal dunia telah ditemukan, yang terdiri dari korban banjir sebanyak enam orang dan 19 korban tanah longsor.

Sementara, wilayah yang terdampak banjir sebanyak 35 desa dari 5 kecamatan, yakni Pacitan, Kebonagung, Arjosari, Punung dan Ngadirojo. Sementara wilayah yang terdampak tanah longsor adalah 12 dari 12 kecamatan, yakni Pacitan, Kebonagung, Arjosari, Tegalombo, Nawangan, Bandar, Tulakan, Ngadirojo, Sudimoro, Punung, Donorojo dan Pringkuku.

Adapun, wilayah dengan korban terbanyak adalah Kecamatan Kebonagung dengan 12 korban meninggal dunia bencana tanah longsor.

Kemudian Kecamatan Pacitan dengan 5 korban meninggal dunia akibat banjir, Tulakan dengan tiga korban meninggal dunia akibat tanah longsor, Nawangan dengan dua korban meninggal dunia akibat tanah longsor, Arjosari dengan dua korban meninggal dunia akibat tanah longsor dan Tegalombo dengan satu korban meninggal dunia akibat banjir. (Dwi)