Kekurangan Guru Pengaruhi Kualitas Pendidikan

oleh -Dibaca 1.359 kali
Guru di Pacitan sedang mengajar. (Foto : Dok.Pacitanku)
Foto Ilustrasi: Guru di Pacitan sedang mengajar. (Foto : Dok.Pacitanku)
Guru di Pacitan sedang mengajar. (Foto : Dok.Pacitanku)
Guru di Pacitan sedang mengajar. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Rasyid Baswedan menyatakan bahwa pendidikan Indonesia saat ini sedang mengalami masalah kurang meratanya persebaran tenaga pengajar. Dikatakan Anies, saat ini ada sekolah di Indonesia yang mengalami kelebihan guru, namun ada pula sekolah yang mengalami kekurangan guru.

Ia mengatakan, selama ini pemerataan guru diberbagai daerah di tanah air belum merata, bahkan di pelosok-pelosok desa masih kekurangan tenaga pendidik. Kekurangan tenaga guru tersebut tentu akan mempengaruhi kualitas pendidikan nasional. “Bagaimana pendidikan berkualitas jika proses pendidikan itu memiliki tenaga guru hanya dua sampai tiga orang,” katanya, Senin (16/3/2015).

Lebih lanjut, Anies melalui Kemendikbud akan membenahi kekurangan guru tersebut melalui pemerataan. Sebab di daerah ada sekolah yang mengalami kelebihan guru juga ada sekolah kekurangan guru.

“kekurangan guru itu akibat buruknya infrastuktur jalan dan jembatan sehingga menghambat akses sarana, sedangkan, kelebihan guru karena aksesnya begitu mudah dan terjangkau transportasi,” paparnya.

Pihak Kemendikbud, imbuh Anies, akan membenahi pemerataan guru sehingga tidak terjadi kekurangan dan kelebihan. “Kami bekerja keras untuk membereskan pemerataan guru dapat direalisasikan dan tidak ada lagi kekurangan dan kelebihan,” katanya.

Yang menjadi kendala, kata Anies, pihaknya saat ini kesulitan untuk membenahi pemerataan guru karena pengangkatan guru melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Sementara pemerintah daerah hanya mengajukan tenaga guru tersebut.

Menurut Anies, persoalan ini harus dibereskan dengan rekrutmen yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga guru. “Kami hanya sebagai kebijakan saja karena pengangkatan guru melalui Kementerian PANRB setelah pemerintah daerah mengajukannya,” katanya.

Di Pacitan sendiri, kekurangan guru juga menjadi salah satu persoalan pendidikan. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pacitan, Fatkhurrozi menyampaikan bahwa daerah hanya menunggu keputusan moratorium yang dicanangkan pemerintah melalui Kemenpan. “Untuk memenuhi kebutuhan, Pacitan sejatinya sudah mengusulkan sebanyak 2800 orang,” katanya belum lama ini. (Ant/Gulalives/RAPP002)