Mantap, Rontek Gugah Sahur di Pacitan Semakin Kompak

oleh -700 Dilihat
GAYENG. Tradisi rontek gugah sahur di Pacitan pada Minggu (24/3/2024), semakin lama semakin kompak. (Foto: Julian Tondo/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN –  Tradisi ronthek gugah sahur di Pacitan, semakin lama semakin kompak. Jika rombongan tradisi ronthek terkesan dengan tawuran antar pelaku dari antar desa, tahun ini justru tampak berbeda.

Baca juga: Pastikan Berjalan Kondusif, 192 Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Rontek Gugah Sahur Pacitan

Warga antar desa pelaku rontek, saat ini sudah mulai bergabung menjadi satu dan berjalan menuju alun alun serta melintas depan pendopo kabupaten Pacitan.

Terkesan ramai dan ricuh, namun kali ini mereka (pelaku rontek) ternyata telah bergabung. Seperti warga desa Arjowinangun bergabung dengan desa Sirnoboyo, warga desa Sidoharjo, Kelurahan Baleharjo, gantung, dan Kelurahan Ploso juga bergabung menuju alun-alun.

Mereka rela berjalan puluhan kilometer demi untuk bisa menggabungkan diri dan unjuk aksi ronthek di depan pendopo kabupaten Pacitan.

“Ini lebih asyik. Kita gabung dan jalan ramai ramai, seru bisa sampai alun-alun,”kata Nanang, warga kelurahan Sidoharjo Pacitan, Minggu (24/3/2024).

Warga masyarakat cukup antusias untuk melihat ronthek yang berjalan keliling. Jika pada tahun tahun kemarin selingan tawuran antar warga desa pelaku ronthek menjadi hiburan adrenalin bagi warga, namun kali ini telah berubah menjadi satu pasukan damai rontek.

“Tahun kemarin ramai mas (wartawan) ada  cekcok sama desa sebelah, lha ini kita bisa jadi satu, jalan bareng, gayeng (asik) pokoknya,”jelas Rizal, warga kelurahan Baleharjo.

Tradisi rontek gugah sahur di Pacitan, memang seperti kegiatan massa yang bisa mendatangkan ratusan bahkan ribuan orang untuk melihat dan atau mengikutinya. Hal tersebut seolah menjadi tombol otomatis warga untuk berkumpul.

Petugas keamanan gabungan, mulai dari TNI, Polri , linmas, Satpol-PP, dan organisasi masyarakat,  telah memaksimalkan diri dalam menjaga keamanan ketertiban.

“Kami all out menjaga Giat ronthek. Karena pengalaman tahun ke tahun rawan terjadi bentrokan. Dan kali ini bisa dikatakan cukup terkendali. Mereka telah bersatu damai,”ungkap salah satu petugas keamanan yang enggan disebut namanya.

Melihat peristiwa luar biasa ini, beberapa warga memberikan komentar yang bisa dikatakan cukup inspiratif.

Mereka menginginkan para pejabat, seperti Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) mau turun ke jalan menyambut warga di depan pendopo kabupaten Pacitan.

“Ini sudah mulai kompak dan ramai. Nah itu para pejabat Forkopimda mbok ya mau menyambut kami di depan pendopo, agar kami semangat.merasa diapresiasi. Nah kompak kan kami,”ujar Slamet warga desa Arjowinangun.

Selain itu, warga juga meminta, bupati Pacitan (Indrata Nur Bayuaji) melihat masyarakat saat rontek.

“Kami bisa bergabung dan damai lho, jangan di takut-takuti dengan tawuran. Ini buktinya. Ayo mas bupati sini lihat kami lewat di pendopo Pacitan,”kata Mulyono, warga Bangunsari.

No More Posts Available.

No more pages to load.