Sejarah Menak Sunda, Upaya Membuat Kehidupan Lebih Modern

oleh -57 Dilihat
Sejarah Menak Sunda, Upaya Membuat Kehidupan Lebih Modern (pixabay.com)

Pacitanku.com — Sejarah Menak Sunda sudah terjadi sejak dahulu di wilayah Jawa Barat. Menak Sunda menjadi istilah untuk elit tradisional yang telah memajukan kehidupan masyarakat Jawa Barat. Hal itu karena Menak Sunda memiliki pikiran yang lebih maju dalam hal apapun. Sehingga sejak dahulu kehidupan Menak Sunda memang sudah terarah.

Sejarah Menak Sunda yang Sudah Terjadi Sejak Dahulu

Mengutip dari laman Harapan Rakyat, menak Sunda adalah salah satu bagian penting dalam sejarah Jawa Barat, Indonesia, yang telah ada sejak zaman dahulu. Nama “Menak Sunda” mengacu pada kisah-kisah pahlawan dan legenda yang berasal dari budaya Sunda. 

Dalam masyarakat Sunda ada golongan bangsawan yang dipercaya berasal dari keturunan Raja Pajajaran. Anggapan tersebut membuat banyak orang percaya bahwa Menak Sunda sebagai tokoh penerangan. 

Maka dari itu, sejak tahun 1900-an rakyat Jawa Barat sangat menghormati keluarga Menak Sunda. Hal itu juga membawa pengaruh baru bagi rakyat wilayah Jawa Barat. 

Menak Sunda juga menjadi wakil tokoh pembaharu yang lahir dari kalangan pribumi. Sehingga banyak masyarakat Jawa Barat yang bangga dan tidak segan untuk menghormati. Menak Sunda mampu mengubah struktur kehidupan Sunda tradisional menjadi lebih modern.

Upaya Menciptakan Kesetaraan dengan Bangsa Barat

Menak Sunda memberikan pengaruh modernisasi yang kuat di wilayah Jawa Barat. Kehidupan masyarakat Sunda lebih maju pada masa itu. Menak Sunda juga bisa menjadi simbol bahwa kelompok tersebut sedang berupaya dalam menciptakan kesetaraan. Masyarakat Sunda menginginkan kehidupan modern sebagaimana yang telah orang Belanda lakukan. 

Bukan tanpa tujuan, hal ini mereka lakukan supaya rakyat Pasundan mendapatkan kehormatan oleh bangsa barat. Masyarakat Pasundan berusaha menjadi rakyat yang beradab dan memiliki wawasan luas. 

Masyarakat Sunda turut berperan dalam pergerakan nasional Indonesia yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan dari penjajahan Belanda. Mereka menyumbangkan pemimpin, pejuang, dan ide-ide penting dalam upaya untuk menciptakan negara yang merdeka dan setara.

Tetapi, terkadang Menak Sunda merealisasikan kesetaraan dengan cara yang tidak tepat. Salah satunya yaitu menggelar pesta dengan menghabiskan dana banyak untuk tamu Eropa. Hal ini membuat Menak Sunda melakukan pemborosan dan bisa membuat hidup menjadi lebih sengsara. 

Melalui cara ini memang anak Sunda lebih dihargai oleh bangsa barat layaknya orang kaya. Akan tetapi, mereka bukan menjadi orang yang berpengetahuan luas dan beradab.

Tetap Menjunjung Tinggi Warisan Pajajaran

Kelompok Menak Sunda akan mengalihkan masyarakat Sunda ke zaman yang lebih maju. Walaupun begitu mereka tetap menjunjung tinggi warisan Pajajaran. 

Menak Sunda tidak lupa dengan leluhurnya yang mampu membawa masyarakat hidup sejahtera. Hal tersebut juga terlihat dari adanya nama-nama Menak Sunda yang mengandung terminologi kuno peninggalan Pajajaran. 

Nama tersebut yaitu seperti Raden Tumenggung Wiranata Kusuma dan Wira Tanu Datar. Nama yang mengandung terminologi kuno peninggalan Pajajaran tersebut memang diagungkan oleh Prabu Siliwangi. Menak Sunda tidak melupakan warisan Pajajaran tersebut dalam sejarah.

Sejarah Menak Sunda akan membawa kehidupan masyarakat Pasundan menjadi lebih modern dan maju. Menak Sunda mencerminkan warisan budaya yang mempengaruhi kehidupan dan identitas masyarakat Jawa Barat hingga saat ini. Seiring berjalannya waktu, nilai-nilai dan cerita-cerita dari Menak Sunda terus diwariskan dari generasi ke generasi, memperkuat rasa kebanggaan akan budaya dan sejarah Sunda.