Tim Pemulasaraan Jenazah Kelelahan, Benarkah Dinkes Pacitan Sembunyikan Data Kematian COVID-19?

oleh -Dibaca 1.774 kali
Petugas pemulasaraan jenazah RSUD dr Darsono Pacitan, Ahmad Jaidin, Sabtu (10/7/2021) saat ditemui awak media.(Foto: Julian Tondo)

Pacitanku.com, PACITAN –  Dua petugas pemulasaraan jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Darsono Pacitan mulai kelelahan. Pasalnya, seolah tak mengenal waktu, dua petugas ini bekerja hampir 24 jam sehari, seiring dengan bertambahnya kematian akibat COVID-19 sejak awal bulan Juli 2021 ini.

Seperti yang terhitung dalam dua hari terakhir, angka kematian COVID-19 berjumlah 22 orang. Sementara menurut data yang berhasil dihimpun awak media, kasus Kematian akibat Covid yang meninggal dunia di RSUD dr Darsono berjumlah 71 orang.

Jumlah tersebut belum termasuk angka pasien yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri dan pasien yang meninggal di fasilitas kesehatan lainnya, seperti puskesmas dan klinik swasta.

“Kami di pemulasaraan jenazah hanya dua orang. Sopir juga terbatas. Hari ini saja ada 4 jenazah sudah dimakamkan, 4 masih antri. Kemarin malah banyak, ada 14 orang,”kata petugas pemulasaraan jenazah RSUD dr Darsono Pacitan, Ahmad Jaidin, Sabtu (10/7/2021) saat ditemui awak media.

Di sisi lain, data angka kematian yang signifikan ini, seolah ditutupi oleh Pemkab Pacitan, dalam hal  ini Dinas Kesehatan.

Hal itu merujuk data temuan awak media dengan data release satuan tugas penanganan COVID-19 yang sangat beda jauh.

Dalam data versi satgas, angka kematian terhitung dari tanggal 27 Juni 2021 sampai dengan 10 Juli 2021, hanya terhitung 86 orang.

Namun pantauan media di lapangan, angka kasus Kematian akibat COVID-19 dari awal juli 2021 hingga saat ini sudah berjumlah 71 orang (data kematian akibat Covid di RSUD, belum termasuk data kematian saat isoman dan pasien dari puskesmas dan klinik swasta).

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah daerah dalam hal ini dinas kesehatan atau juru bicara dari satgas COVID-19 Pemkab Pacitan.

Pewarta: Julian Tondowisudo
Editor: Dwi Purnawan

Video Cerita Petugas Pemulasaraan Jenazah RSUD Pacitan yang Sebut Kematian Melonjak