Menelusuri Indahnya Pacitan, Negeri Sejuta Ombak di Selatan Jawa

PACITAN bagi sebagian orang hanyalah sebuah Kabupaten di ujung selatan di Provinsi Jawa Timur yang jika malam hari kotanya terlihat sepi. Atau Pacitan bagi sebagian yang lainnya adalah hanya kampung halaman dari Presiden Republik Indonesia (RI) keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang masih tertinggal pembangunannya jika dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain di Indonesia.

Tapi bagi sebagian yang lainnya, termasuk saya diantaranya, memahami bahwa Pacitan bukan hanya sekedar sebuah daerah di ujung selatan Jawa Timur. Karena percaya atau tidak, Pacitan didalamnya terdapat banyak hal, utamanya tentang keindahan panorama alamnya. Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengusung jargon “Pacitan is The Paradise of Java” atau kalau versi saya ditambahkan kata “hidden” jadi “Pacitan Hidden Paradise of Java.”

Anda tentu sebagian tak percaya, bahwa kota kecil ini memiliki potensi alam yang sangat memukau. Dari ujung barat hingga timur dan selatan ke utara, semuanya memiliki potensi dan keindahan alam yang sangat lengkap. Mau bukti?

Pacitan adalah daerah yang kaya wisata Pantai, wisata goa, wisata budaya hingga wisata kuliner. Salah satu yang menjadi keunggulan di Pacitan adalah, fakta bahwa daerah ini merupakan surganya pantai indah dari selatan. Sehingga, saya menyebut bahwa Pacitan adalah “negeri sejuta ombak.”

Ada 77 Pantai yang menawan

Panorama kawasan Pantai Dangkal, Kebonagung. (Dok.Pacitanku)

Dengan garis pantai yang cukup panjang, yakni mencapai 70.709 kilometer, ada 77 pantai yang melalui di tujuh wilayah kecamatan, yakni Sudimoro, Ngadirojo, Tulakan, Kebonagung, Pacitan, Pringkuku, dan Donorojo.

Dari ujung barat hingga ujung timur Pacitan, tersebar 77 pantai yang memiliki keindahan yang tak akan pernah terlupakan. Sebanyak 77 pantai tersebut terbagi dalam tiga zona di Pacitan, yakni zona Pacitan bagian barat, tengah dan timur.




Di wilayah bagian barat, ada Pantai Nampu, Pantai Kijingan, Pantai Ngandul, Pantai Buyutan, Pantai Banyutibo, Pantai Klayar, Pantai Karangbolong, Pantai Piser, Pantai Ngobyogan dan Pantai Ngiroboyo (Kecamatan Donorojo).

Kemudian Pantai Watukarung, Pantai Sirah Towo, Pantai Ngalian, Pantai Srau, Pantau Mblue, Pantai Blosok, Pantai Bergah, Pantai Patuk (Ngandan), Pantai Mbercak, Pantai Kasap, Pantai Denombo/Wedi Ombo, Pantai Nampu, Pantai Sruni, Pantai Tuguragung dan Pantai Waduk (Kecamatan Pringkuku).

Untuk wilayah tengah, ada Pantai Tamperan, Pantai Teleng Ria dan Pantai Pancer (Kecamatan Pacitan). Sementara untuk bagian timur ada Pantai Gelon, Pantai Ombak Tarung, Pantai Ngambur, Pantai Mbutun, Pantai Wetren, Pantai Bakung, Pantai Ngoyan, Pantai Blubuk, Pantai Song Banjar, Pantai Prikisan, Pantai Padi Dangkal, Pantai Pikatan, Pantai Tawangsari, Pantai Sangklehan, Pantai Pangasan, Pantai Ganjuran.

Kemudian Pantai Pandan Anom, Pantai Srengit, Pantai Klesem, Pantai Kaliuluh, Pantai Wawaran, Pantai Jawinan, Pantai Tamengan dan Pantai Ngantakulung (Kecamatan Kebonagung).

Sementara, di Kecamatan Tulakan ada Pantai Tepongan, Pantai Pidakan, Pantai Watu Bale, Pantai Kuncir, Pantai Babakan, Pantai Ngenesan, Pantai Kowang, Pantai Karangbolong.

Sedangkan di Kecamatan Ngadirojo ada Pantai Segoro Anakan/Tawang, Pantai Siwil, Pantai Soge, Pantai Taman, Pantai Teban, Pantai Joho, Pantai Watu Murep, Pantai Puring dan Pantai Breman. Untuk di wilayah timur, masih ada Kecamatan Sudimoro yang terdiri dari Pantai Tinawu, Pantai Watu Teang, Pantai Kunir, Pantai Gondang, Pantai Daki, Pantai Wawaran Ngobyok, Pantai Bawur dan Pantai Kondang.

Sebanyak 77 pantai tersebut memiliki karakteristik yang menunjukkan keindahan dan keelokan panoramanya. Selain keindahan alamnya, ada banyak inspirasi dari pantai di Pacitan, karena menghasilkan kearifan lokal dan kekayaan laut yang sangat bermanfaat untuk menyejahterakan masyarakat Pacitan.

Saya tidak akan membahas ke 77 pantai tersebut, namun akan mengupas karakteristik, keindahan dan kebermanfaatan puluhan pantai tersebut bagi masyarakat, terutapa pantai yang sudah dikelola dengan baik, oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat setempat.

Keindahan ombak, bebatuan karang dan pasir pantai

Keindahan Pantai Klayar dari udara

Keindahan Pantai Klayar dari udara. (Foto: Youtube Susilo Bambang Yudhoyono)

Salah satu pantai yang menjadi andalan pariwisata di Pacitan adalah Pantai Klayar.  Pantai yang terletak di Dusun Kendal, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo ini memiliki ciri khas dan juga pesona keindahan yang akan memanjakan mata.

Pantai Klayar memiliki berjuta fenomena, dari ujung barat sampai ujung timur, diantaranya adalah ocean fluid atau seruling samudera, Sphinx van Java, panorama pasir putih, hingga deburan ombak khas laut selatan.

Berada di area seruling samudera, Anda akan menemukan keajaiban alam, dimana semburan air yang muncul dari sela-sela batu karang menimbulkan sensasi dan jika beruntung, Anda akan mendengarkan seperti bunyi seruling. Hal itulah yang kemudian area yang terletak di ujung timur ini disebut dengan area seruling samudera.

Selain itu, tidak jauh dari lokasi seruling samudera, Anda bisa mendapatkan sensasi lain yang tak kalah indahnya. Area ini berbentuk batu karang atau kars raksasa yang menyerupai patung Sphinx di Mesir.

Area yang kemudian disebut dengan Sphinx van Java ini adalah spot terbaik untuk mengabadikan gambar bersama orang-orang tercinta. Jika beruntung, Anda aka mendapatkan perpaduan latar belakang karang Sphinx dengan ombak yang warnanya mirip dengan langit yang biru.

Selain berbagai pesona khas tersebut, saat sore hari, saat dimana lembayung senja datang, pantai-pantai di Pacitan adalah tempat terbaik untuk menikmatinya. Ada beberapa pantai khusus yang jika kita melihat lembayung senja atau sunset atau mentari terbenam bisa kita saksikan dengan begitu indah, diantaranya adalah Pantai Klayar, Pantai Buyutan dan Pantai Srau.




Di Pantai Klayar, panorama lembayung senja ini begitu memikat siapapun yang melihatnya. Saat dengan jelas kita bisa menyaksikan sang mentari tenggelam, langit berubah warna menjadi jingga, dan memerah, dan pada akhirnya tenggelam. Demikian halnya dengan Pantai Buyutan dan Pantai Srau, dimana kita bisa melihat keelokan panorama lembayung senja yang begitu indah.

Selain Pantai Klayar, obyek wisata di Pacitan yang menyajikan panorama tak kalah elok adalah Pantai Srau. Pantai Srau ini terletak di Dusun Srau, Desa Candi Kecamatan Pringkuku.

Pantai ini cukup lengkap menyajikan keindahan alam dan membuat kita berdecak kagum mulai dari ombak yang besar, laut yang sangat biru, angin sepoi, bukit yang menyerupai semenanjung, karang hitam yang eksotis, dan laut yang membentuk telaga. Selain itu, di lepas pantai dapat kita saksikan karang yang menyembul dan bentuknya mirip seperti ekor Hiu.

Dasar wilayah pasang surut di bagian pantai ini bukan berupa pasir melainkan batuan karang sehingga kita dapat menyusuri pantai tanpa kaki kita harus terbenam pada pasir pantai dan di celah-celah batuan karang ini, terutama di tempat yang benar-benar terlindung dari sinar matahari, dapat kita temukan berbagai hewan laut seperti teripang, bintang laut, maupun landak laut.

Indartato saat berpose di sabana Pantai Kasap. (Foto: IG Indartato)

Masih di wilayah Pringkuku, ada juga pantai yang masih natural dengan panorama tak kalah elok, yakni Pantai Kasap. Pantai ini bahkan disebut raja ampatnya Pacitan, karena terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil menyerupai panorama raja ampat di Papua. 

Landmark yang elok dari batu karang

Pemandangan Watu Narada di pantai Buyutan yang elok. (Foto: Arif Sasono)

Tempat Wisata Pacitan, Pemandangan Watu Narada di pantai Buyutan yang elok. (Foto: Arif Sasono/infopacitan.com)

Salah satu keunggulan pantai di Pacitan, dari sisi keindahan batu karangnya adalah landmark yang elok. Selain ‘Sphinx van Java’ di Pantai Klayar, juga ada Watu Narada menjadi daya tarik utama Pantai Buyutan, yang bentuknya adalah batuan karang mirip tokoh pewayangan Batara Narada.

Pantai yang terletak di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku ini memiliki beberapa pesona, diantaranya adalah ombak yang disukai para peselancar, dan satu lagi adalah karang yang khas. Karang yang khas itu berada di tengah laut yang dimana bila kita meilihat batu karang tersebut dari arah tertentu maka akan terlihat seperti wajah manusia, karena bentuknya seperti wajah seorang perempuan, batu karang ini di beri nama “Putri Samudera”.

Posisi karang putri samudera ini sepintas mirip kepala seorang putri yang memakai mahkota dengan rambut yang terurai ke belakang. Posisi batu di sisi barat menghadap ke timur. Nah, di saat tertentu jika dalam posisi yang pas, kita bisa mendampatkan gambaran sunset dengan foreground putri sedang menghadap lembayung senja.

Tak jauh dari Pantai Watukarung, yakni Pantai Srau juga ada menonjol beberapa bukit karang yang terlihat hidup ketika diterpa ombak yang besar, serta bukit karang yang terdapat lorong gerbang laut dibawahnya.

Masih di wilayah Pringkuku, ada satu pantai baru yang memiliki landmark unik, Pantai Denombo atau ada juga yang menyebutnya Pantai Wedi Ombo merupakan bagian pantai yang masih satu spot dengan Pantai Sruni. Pantai ini masuk wilayah Desa Jlubang Kecamatan Pringkuku. Yang cukup unik, di pantai Denombo ada sebuah batu karang yang jika dilihat sekilas mirip jamur, sehingga menambah keindahan pantai yang masih sangat alami ini.

Di wilayah timur, ada lagi landmark menarik yang terbuat alami dari batu karang, yakni Pantai Pangasan, yang terletak di Desa Kalipelus Kecamatan Kebonagung ini memiliki batu karang yang jika dilihat sekilas mirip dengan candi Prambanan di Klaten, Jawa Tengah.  Batu  yang disebut warga setempat adalah Gunung Lanang ini sebenarnya merupakan tanjung kecil yang seolah dipahat alam sehingga dari timur nampak membentuk semacam lingga.

Di kawasan Kebonagung ini juga ada Pantai Bakung. Pantai yang terletak di Dusun Kalitani, Desa Karangnongko, Kecamatan Kebonagung ini memiliki ciri khas batu karang yang berbeda dari pantai lain di Pacitan. Pantai ini memiliki ciri khas ada batu karang dan bisa disebut pulau kecil  yang menyerupai ikan lumba-lumba, lengkap dengan ekor, badan yang gemuk dan mulut ikan yang lucu tersebut.  Ini adalah keunikan dari Pantai Bakung tersebut, dimana batu cadas unik di tumbuhi pepohonan hijau.

Keindahan panorama watu bale Tulakan. (Foto: Dok.Pacitanku)

Keindahan panorama watu bale Tulakan. (Foto: Dok.Pacitanku)

Masih di wilayah timur Pacitan, ada juga pantai dengan landmark mirip balai-balai, yang berada di Pantai Watu Bale yang telertak di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan. Yang menjadi ciri khas dari pantai ini adalah keberadaan batu karang yang mirip “bale”. Bale jika diartikan dalam bahasa jawa adalah balai, atau tempat untuk istirahat, sehingga karena ada batu karang mirip “balai-balai” maka dinamakan pantai ini dengan pantai Watu Bale.

Tak jauh dari Pantai Watu Bale, ada juga yang unik di pantai yang masih satu garis dengan pantai Pidakan. Adalah batuan karang yang sekilas mirip kepala orang dengan rambut dikuncir. Pantai Kuncir terletak di ebelah barat Pantai Pidakan di Dusun Godek Kulon, Desa Jetak Kecamatan Tulakan.

Mulai dimanfaatkan untuk olahraga laut

JUARA. Rina Kitazawa juara ASC Hello Pacitan 2016 kategori wanita. (Fot: ASC Media-Hain/Pemburu Ombak)

Selain panorama dan karakteristik dari batu karang yang unik, keunggulan lain yang menjadi keunggulan dari wisata bahari di Pacitan adalah ombaknya yang cocok untuk olahraga air selancar atau surfing. Setidaknya, ada tiga pantai di Pacitan yang sering digunakan untuk selancar atau surfing, yakni Pantai Watukarung, Pantai Srau dan Pantai Pancer.

Pantai Watukarung misalnya, waktu tempuh sekitar 45 menit untuk sampai ke destinasi pantai ini dari pusat Kota Pacitan, yakni di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku. Kepopuleran Pantai Watukarung sendiri semakin dikenal setelah peselancar kelas dunia macam jawara dunia Bruce Irons tertarik mencoba berselancar di pantai ini. Foto-foto Bruce saat berselancar di Watukarung bahkan menjadi sampul utama majalah internasional terkemuka “Waves”.

Selain pantai Watukarung, Pantai Pancer yang terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pacitan ini juga menjadi perhatian wisatawan dunia, terutama para pelancong asing yang memiliki hobi olahraga surfng. Bentang pantai yang luas serta pola ombak yang besar dan panjang di kedua destinasi wisata pantai ini sangat disukai para peselancar.

Sebegitu menantangnya gulungan ombak yang menyerupai pipa itu, sejumlah turis Eropa dan Australia menyebutnya dengan istilah the next Bali in Pacitan. Jumlah wisatawan memang belum sebanyak di Bali, bahkan jauh. Tetapi keberadaan para wisatawan asing dari berbagai negara yang asyik bermain selancar, dan sebagian duduk menunggu di tepi pantai itu, sudah cukup berhasil menciptakan aroma Bali di Pacitan.

Muara Sungai Maron yang dimanfaatkan untuk Lomba Dayung Ngiroboyo. (Foto : Doc. Pacitanku)

Tempat Wisata Pacitan, Muara Sungai Maron yang dimanfaatkan untuk Lomba Dayung Ngiroboyo. (Foto : Doc. Pacitanku)

Selain olahraga selancar, kawasan wisata pantai di Pacitan lain juga dimanfaatkan warga setempat untuk memadukan potensi wisata dan olahraga adalah Pantai Ngiroboyo. Pantai yang terletak di Dusun Kendal, Desa Sendang Kecamatan Donorojo ini sering menggelar festival dayung rutin sebagai daya tarik wisata dan olahraga. Setidaknya, sudah ada empat festival diselenggarakan di kawasan ini sejak tahun 2012 lalu.

Tak hanya pemerintah, masyarakat dan swasta bahu membahu kembangkan pantai

Berjemur di pinggir pantai Teleng Ria. (Foto: Instagram)

Berjemur di pinggir pantai Teleng Ria. (Foto: Instagram)

Sebagai informasi, pantai-pantai di Pacitan dikelola oleh pemerintah daerah, swasta dan juga dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Pantai-pantai seperti Pantai Klayar, Pantai Srau dan Pantai Watukarung terus dikelola Pemda dan terus menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pantai tersebut. Lalu bagaimana dengan pantai yang dikelola swasta dan masyarakat?

Sepertinya pengembangan pantai yang dikelola swasta dan masyarakat tak kalah dengan pantai-pantai yang dikelola oleh Pemda. Sebut saja Pantai Teleng Ria, yang terletak di pusat kota Pacitan ini dikelola oleh swasta, yakni PT El John Tirta Emas. Pun demikian dengan Pantai Pidakan, yang terletak di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan. Pantai ini dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat, bekerja sama dengan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang dibimbing oleh menteri era Presiden Soeharto, Prof Haryono Suyono.

Hasilnya? Kedua pantai tersebut semakin melengkapi keindahan negeri sejuta ombak yang selalu dirindukan oleh siapapun yang berkunjung ke Pacitan. Pantai Teleng Ria berkembang menjadi pantai modern, lengkap dengan fasilitas, seperti hotel mewah, restoran hingga area bermain anak.

Pantai Pidakan dilihat dari pesawat Drone. (Foto : Youtube)

Tempat wisata Pacitan, Pantai Pidakan dilihat dari pesawat Drone. (Foto : Youtube)




Tak kalah dengan Teleng Ria, Pantai Pidakan, juga menyajikan pesona lain yang tak kalah menarik. Pantai ini adalah satu-satunya pantai dengan panorama kerikil. Anda tentu tak percaya, warga yang tergabung dalam karang taruna di desa setempat mampu mengelola pantai ini, tapi inilah yang terjadi, Pantai Pidakan dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Hingga saat ini, dan menghasilkan kebermanfaatan dan kesejahteraan masyarakat.

Demikianlah, 77 pantai dari negeri sejuta ombak  Pacitan, menjadi pesona tersendiri bagi siapapun yang berkunjung ke Pacitan. Tentunya kedepan, selain pantai-pantai yang sudah dikelola, baik oleh Pemda, swasta maupun masyarakat, kita menantikan puluhan pantai-pantai yang masih ‘perawan’untuk dikembangkan, dalam rangka memajukan pariwisata di Pacitan khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Selamat berkunjung ke Pacitan, negeri sejuta ombak.

Negeri Sejuta Ombak Ombak Pacitan Pantai Pantai Klayar

Posting Terkait