Serunya Para Crosser Taklukkan Trek Motorcross Pantai Pancer

oleh -Dibaca 2.296 kali
Aksi para crosser di Pantai Pancer. (Foto: Radar Madiun)
Aksi para crosser di Pantai Pancer. (Foto: Radar Madiun)

Pacitanku.com, PACITAN – Lahan luas di pantai Pancer Door, Ploso, Pacitan, terus coba dimanfaatkan. Pada Sabtu (21/1) lalu, komunitas motorcross di Pacitan menjajal trek motorcross di pantai tersebut. Ujicoba trek diselenggarakan dalam format latihan bersama grasstrack dan motorcross di sembilan kelas.

Mulai dari anak-anak hingga usia dewasa. Animo masyarakat begitu antusias terhadap latihan bersama di trek tersebut. ‘’Ini percobaan, kami lihat seberapa bagus trek dan animo di Pacitan,’’ ungkap ketua komunitas Gelora Intan Motorcross (GIS), Andi Rahmanto.

Andi menuturkan, trek motorcross tersebut baru dibangun 2014 lalu. Salah satu yang menjadi inisiator adalah komunitasnya. Pasalnya, menurut Andi, penyuka motorcross di Pacitan sebenarnya cukup banyak dan sedang berkembang.




Keberadaan Pancer Door dinilai potensial untuk coba dimanfaatkan sebagian kecil lahannya sebagai sirkuit motorcross. ‘’Karena lahannya luas, dan pacuan kuda juga sudah ada, jadi kenapa tidak sirkuit (motorcross dan grasstrack) juga,’’ katanya.

Dari gelaran komunitasnya kemarin, Andi menilai Pacitan siap menggelar kompetisi motorcross dan grasstrack yang lebih serius. Bukan tanpa sebab. Pasalnya kemarin, peserta yang mengikuti latihan bersama mencapai 97 orang.

Mereka juga tidak hanya berasal dari Pacitan saja. Namun juga dari sejumlah daerah di eks-Karesidenan Madiun serta Trenggalek, Wonogiri, hingga Solo. ‘’Ternyata animonya luar biasa. Kebanyakan peserta malah sudah datang sehari sebelumnya untuk berlibur. Ini artinya turut mendongkrak potensi pariwisata,’’ ujarnya.

Selain animonya yang bagus, sirkuit Pancer Door juga dipandang bagus, siap menantang para penyuka motorcross dari berbagai daerah. Panjang sirkuit mencapai satu kilometer dinilai sudah cukup layak. Namun, perlu ditambah 200 meter lagi untuk menyesuaikan standar regulasi secara nasional.

Pun, keberadaan tantantan berupa double jump juga siap dilahap para crosser. Disamping itu, tekstur tanahnya juga tidak berbeda dengan sirkuit di daerah lain meski berada di tepi pantai. ‘’Sirkuitnya dinilai menantang oleh para peserta dari luar daerah. Tidak ada keluhan soal tekstur tanah,’’ terangnya.(mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun