Mau Lewat Jalur Pacitan-Ponorogo? Super Waspada Jalan Amblas dan Banyaknya Titik Longsor

oleh -Dibaca 1.584 kali
Alat berat melakukan proses pengerukan longsor di Desa Gedangan, Tegalombo. (Foto: Hery Purnomo/Kirun/Pacitanku CJ)
Alat berat melakukan proses pengerukan longsor di Desa Gedangan, Tegalombo. (Foto: Hery Purnomo/Kirun/Pacitanku CJ)
Alat berat melakukan proses pengerukan longsor di Desa Gedangan, Tegalombo. (Foto: Hery Purnomo/Kirun/Pacitanku CJ)

Pacitanku.com, PACITAN – Musim penghujan yang akan mencapai puncaknya membuat berbagai bencana alam masih terjadi di Pacitan. Salah satu titik rawan bencana alam di Pacitan adalah sepanjang jalur Pacitan-Ponorogo yang melewati tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Pacitan, Arjosari dan Tegalombo. Mengingat kondisi tersebut, bagi yang mau melalui jalur Pacitan-Tegalombo untuk super waspada karena banyaknya titik longsor.

Berdasarkan catatan, ada sekitar 22 titik lokasi tanah longsor di lokasi yang berbeda tersebar di beberapa wilayah  Kabupaten Pacitan yang menyebabkan kerusakan rumah warga. Terbaru, pada Sabtu (3/12/2016) sekitar pukul 02.00 dini hari WIB di Desa Gedangan material longsor menutup seluruh badan jalan. Setelah dilakukan proses pembersihan material oleh pihak yang berwajib, akhirnya jalur bisa dilalui.

Ancaman bahaya bencana lain adalah jalan amblas yang terjadi di Dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo. Karena jalan amblas tersebut, pada akhirnya Pemkab Pacitan membatasi tonase kendaraan yang melintas maksimal 10 ton atau roda enam kebawah.

“Sesuai hasil rapat Forum Lalu Lintas  bahwa mulai Jumat (2/12/2016) kendaraan yang diijinkan lewat jembatan baily  Dondong Gemaharjo diberlakukan bagi kendaraan roda 6 kebawah  yang beban kendaraan dan muatannya maksimal total 10 ton,”kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pacitan, Widy Sumardji dalam keterangannya, Jumat.




Lebih lanjut, Widy menyebut bahwa untuk mengurangi beban titik tumpu jembatan baily, akan dibongkar sehingga hanya akan menggunakan satu jembatan baily.

“Karena titik tumpu jembatan bagian selatan mulai mengkhawatirkan yaitu indikasi retakan tanahnya sudah mengarah ke rumah dan pekarangan barat jalan sehingga pengguna jalan diwajibkan melintas di jembatan sebelah barat secara bergantian. Kemudian untuk mengurangi beban pada titik tumpu jembatan belly bagian timur besok (hari ini –red) akan mulai dibongkar,”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan di Pacitanku.com, sepanjang Jumat (2/12/2016) kemarin terjadi bencana tanah longsor, tanah retak, dan banjir di Pacitan setelah hujan deras selama 15 jam mengguyur kawasan tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan, Pujono mengatakan bahwa laporan dari petugas di lapangan bahwa kerusakan jalan akibat longsor terjadi pada jalan penghubung antarkecamatan, antarprovinsi, dan perumahan warga.

Selain itu, tanah retak pun terjadi akibat pergerakan tanah setelah hujan mengguyur selama 15 jam.Tak hanya itu, beberapa rumah roboh total karena diterjang banjir dan tanah longsor. Selain itu, lahan pertanian juga rusak karena terendam banjir.

Ia juga mendapatkan informasi, ada anggota Polres Pacitan sempat hanyut saat berada di toilet di warung. Banjir menyapu toilet sehingga membuat anggota polisi itu terjatuh ke sungai. Beruntung polisi itu selamat. (RAPP002)