Luky Indartato Berharap Semakin Banyak Desa di Pacitan Jadi Percontohan Pembangunan Keluarga

oleh

Pacitanku.com, KUPANG – Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Pacitan, Luky Tribaskorowati Indartato berharap semakin banyak desa di Pacitan menjadi percontohan dalam hal pengembangan pengembangan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

Hal tersebut disampaikan istri Bupati Indartato tersebut usai meraih penghargaan prestisius berupa lencana Manggala Karya Utama serta Upakarti Utama 1 Posyandu terbaik nasional oleh Tim Penggerak PKK Pusat, Erni Tjahyo Kumolo, di Hotel Aston, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertepatan dengan peringatan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 23, Kamis (28/7) lalu.

“Tentu saja penghargaan ini merupakan hasil kerja keras semua pihak dalam rangka menyukseskan program Keluarga Berencana di daerah kita tercinta,” kata Luky.

Luky berharap, agar semakin banyak desa di Pacitan menjadi percontohan, terletak pada kunci utama, yakni pendekatan secara kekeluargaan, dengan berpedoman kepada 10 program pokok PKK.




Selain itu, Luky berharap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diharapkan bisa memberikan dukungan penuh, agar kedepan, PKK akan semakin berdaya dan bisa berperan aktif dalam proses pembangunan. Khususnya pembinaan keluarga dan masyarakat secara umum.

“Kita harus bersinergis melaksanakan kegiatan secara guyup rukun, dan yang utama, pendekatan kekeluargaan, dengan begitu, kami optimistis, visi misi Bupati, yaitu menyejahterakan masyarakat akan dengan mudah dapat terwujud,” pungkasnya.

Luky Indartato2Memperingati Harganas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  mengajak  seluruh keluarga Indonesia untuk memperkuat ketahanan keluarga dengan berkumpul dan berbagi bersama. Dengan demikian, timbul komunikasi yang baik sesama anggota keluarga antara ayah dengan ibu, ibu dengan anak, ayah dengan anak dan anak dengan orang tua mereka.

Presiden Joko Widodo pada Puncak Peringatan Harganas mengatakan momentum Harganas pada tahun ini harus bisa dimaknai sebagai upaya untuk menguatkan fungsi keluarga secara menyeluruh.

“Jika keluarga bisa memupuk pola pikir dan perilaku yang produktif, maka kita akan bisa melahirkan generasi emas Indonesia, generasi pemenang, generasi yang cerdas, generasi yang kreatif, generasi yang inovatif, generasi produktif, dan generasi visioner,” ujarnya.

Karena itu Presiden mengapresiasi inisiatif BKKBN yang mengedepankan empat konsep besar dalam Harganas tahun ini. “Empat konsep besar dalam Harganas yakni keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya, dan keluarga berbagi,” ucapnya. (RAPP002)