Saat Goa Gong Mampu Sejahterakan Masyarakatnya

oleh
Pengunjung Goa Gong yang menyewa senter dari kelompok baterai Goa Gong.
Pengunjung Goa Gong yang menyewa senter dari kelompok baterai Goa Gong.

Pacitanku.com, PUNUNG– Goa Gong, salah satu obyek wisata unggulan di kabupaten Pacitan ini seakan sudah menjadi identitas tersendiri bagi wisata Pacitan. Bahkan keberadaan Goa Gong telah mampu menyejahterakan masyarakat sekitar di desa Bomo, Kecamatan Punung.

Salah satu yang  terdampak perbaikan ekonomi masyarakatnya adalah para pedagang dan juga kelompok baterai di Goa Gong, dimana dengan adanya Goa yang banyak menyebut paling indah di kawasan Asia Tenggara itu menyebabkan perbaikan ekonomi masyarakat setempat meningkat.

Menurut penuturan Ety, salah satu anggota kelompok baterai Goa Gong menceritakan bahwa keberadaan Goa Gong ini sangat bermanfaat, terutama bagi warga setempat.

“Banyak efeknya mas, awal dibukanya Goa ini kemudian ada PDAM untuk membantu saluran air, kemudian mulai ada listrik, dan pada akhirnya mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” tandasnya, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Ety menyampaikan bahwa mayoritas warga yang mencari nafkah di kompleks Goa Gong, dulunya adalah para petani. “Yang kebanyakan berdagang disini, baik souvenir maupun baju atau kuliner dulunya adalah petani, namun dengan adanya obyek wisata ini, penghasilannya bertambah dari berdagang,”ujarnya.


Sementara, untuk kelompok baterai sendiri juga menjadi jalur mencari nafkah masyarakat setempat.”Ya alhamdulillah lumayan penghasilannya, kalau jasa sewa senter Rp 5 ribu, biasanya untuk hari-hari biasa, kami bisa memperoleh penghasilan dari sewa senter sekitar Rp 30 ribu mas,”kata Ety.

Memang, saat wisatawan masuk di bibir goa, ada puluhan ibu-ibumenyewakan senter, bahkan juga menawarkan jasanya untuk mengantar dan menerangkan sejarah goa Gong tersebut. Meski di dalam goa sudah dipasang banyak sekali lampu, tetapi lebih baik pengunjung membawa senter juga. Hal ini dikarenakan akan ada sudut goa yang gelap. Apalagi jika ingin melihat jalan dengan baik harus membutuhkan penerangan yang cukup.

Di luar goa banyak sekali yang menawarkan penyewaan senter yang tidak dibatasi oleh waktu karena senter tersebut dikembalikan hanya jika sudah keluar dari goa. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk berjalan menyusuri goa dengan rute yang naik turun dan berkelok-kelok.

Selain itu, manfaat jika ada pemandu adalah menyampaikan kepada pengunjung titik-titik di Goa Gong, termasuk diantaranya adalah sejarah Goa Gong.

Namun demikian, para pemandu dari kelompok baterai Goa Gong tersebut juga mendapatkan sedikit kendala. Hal itu terjadi saat ada banyak wisatawan mancanegera (Wisman) yang berkunjung ke Goa tersebut, hanya sedikit yang bisa memandu dengan berbahasa Inggris.

Menurut Samiyem, Ketua Kelompok Baterai Goa Gong, tercatat, dari 37 anggota Kelompok baterai yang didirikan sekitar tiga tahun lalu itu, hanya tiga orang yang fasih berbahasa Inggris. Hal itu disebabkan mayoritas anggota kelompok baterai hanya tamatan SD dan SMP, sehingga perlu proses untuk belajar bahasa Inggris dalam memandu turis yang datang ke Goa Gong.

“Sebenarnya sudah ada pemberian bekal praktik berbahasa Inggris oleh Disbudparpora Pacitan, sayang sifatnya hanya sebentar, padahal untuk fasih berbahasa Inggris itu diperlukan waktu lama, ya, jadi hanya tiga orang itu yang bisa berbahasa Inggris, Kalau masuk ke Goa Gong, untuk memandu turis itu biasanya memang sudah ada guide sendiri,” terangnya.

Saat ini, fasilitas menuju ke Goa Gong serta sarana kelengkapan obyek wisata juga terus dibangun. Setelah jalur menuju ke Goa Gong sudah mulus, pada bulan Desember 2015 ini juga telah dibangun jembatan baru dengan revitalisasi jalan keluar dari obyek wisata. Selain itu penataan taman dan rest area di Goa Gong juga membuat Goa yang menyumbang Pendapatan Aset Daerah (PAD) sektor pariwisata terbesar kedua ini semakin cantik dan menarik untuk dikunjungi. (RAPP002)