Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional, 2016 Ditarget Panen 6,36 Juta Ton Padi

oleh -131.285 views
Sejumlah pekerja memanen padi di persawahan Desa Sirnoboyo, Kebonagung, Pacitan, Jatim,( foto : berita Daerah)
Sejumlah pekerja memanen padi di persawahan Desa Sirnoboyo, Kebonagung, Pacitan, Jatim,( foto : berita Daerah)

Pacitanku.com, SURABAYA – Provinsi Jawa Timur masih menjadi andalan Indonesia untuk menjadi lumbung pangan nasional. Pada tahun depan, Jatim diharapkan mencapai target mampu memproduksi padi tertinggi nasional hingga mencapai 6,36 juta ton gabah kering giling (GKG).

Menurut Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Nandang Sunandar, Jumat (4/12) di Surabaya, mengatakan bahwa selain Jatim, yang menjadi tumpuan produksi padi nasional, yakni Jawa Tengah sebesar 3,32 juta ton, Lampung 2,04 juta ton, Sulawesi Selatan 1,69 juta ton, Sumatera Utara 1,2 juta ton, dan Jawa Barat 1,15 juta ton.

Untuk total akumulasi secara nasional, pihaknya menargetkan produksi padi tahun 2016 yakni sebesar 80,29 juta ton GKG. Target tersebut meningkat atau jauh lebih tinggi daripada target tahun 2015 yakni sebesar 76 juta ton GKG.

Kendati target meningkat, ia mengaku optimistis target tersebut tercapai. “Kami telah berupaya mengembangkan lahan areal pertanian dan peningkatan produksi. Bantuan bibit serta alat-alat pertanian juga telah kami bagikan kepada petani sebagai upaya peningkatan produksi padi,” katanya, dilansir laman Pemprov Jatim.

Dengan demikian, untuk mencapai target produksi tersebut, ia juga mendorong peningkatan produktivitas padi. Luas panen rencananya juga akan ditambah dari 14,35 juta ha 2015 menjadi 14,8 juta ha pada 2016. Demikian juga dengan luas tanam akan ditingkatkan dari 15,1 juta ha pada 2015 menjadi 15,4 juta ha pada 2016.

Ia juga menargetkan perkalian GKG ini naik dari biasanya 56% yang jadi beras, dia targetkan tahun depan naik jadi 57% akan jadi beras. Dengan estimasi itu, maka produksi beras tahun depan ditargetkan bisa mencapai 45,76 juta ton. “Diprediksi akan ada surplus tahun depan 12,5 juta ton,” tuturnya.

Sementara strategi lain yang digunakan Kemtan untuk mendongkrak produksi padi, yakni pengangkatan penyuluh menjadi PNS didasarkan pada pencapaian kinerja di lapangan.

”Kami optimistis akan terjadi kompetisi di lapangan di antara para penyuluh untuk meningkatkan produksi di wilayah mereka sendiri. Kalau selama ini penyuluh diangkat menjadi PNS berdasarkan tes tertulis, mulai tahun depan penyuluh diangkat menjadi PNS berdasarkan penilaian kinerja di lapangan sebagai indikator utama,” pungkasnya. (afr/RAPP002)