Penderita Kusta di Jatim Tersebar di 37 Daerah

oleh -Dibaca 926 kali

Pacitanku.com, SURABAYA – Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyumbang sekitar 35 persen penderita kusta secara nasional, dari 38 kabupaten/kota yang tersebar di Jatim semua ditemukan penderita kusta, kecuali Kota Batu.

“Sekitar 35 persen penderita kusta tersebar di kabupaten/kota di Jatim, namun khusus Kota Batu terbebas dari penyakit tersebut, sedangkan distribusi terbanyak dari Pulau Madura dan pantai utara Jawa,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dr Harsono seperti dikutip Antara, Minggu kemarin.

Ia mengatakan, tingkat cacat II dan kasus anak masih diatas rata-rata angka nasional atau kurang dari 5 persen. Sejak tahun 1994-2010 penemuan kasus baru cenderung tetap, akan tetapi tiga tahun terakhir mulai menunjukkan penurunan. “Menurut data tahun 2014, penderita kusta terdaftar sekitar 4.157 orang, menurun 132 orang dari jumlah penderita tahun 2013 sebanyak 4.289 orang, sedangkan tahun 2015 diharapkan bisa mencapai target turun 35 persen dibanding tahun sebelumnya,” paparnya.

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan penguatan SDM dengan melatih dokter dan tenaga kesehatan, sosialisasi kader, dan lainnya serta berupaya menurunkan stigma kusta di masyarakat melalui media massa dan organisasi masyarakat. “Kami juga melakukan pencarian penderita baru melalui aktif ‘case finding‘ (Rapid village survey, school survey, pemeriksaan kontak dan daerah kepulauan), mengembangkan jejaring dengan RSUD kab/kota, RSUD Provinsi dan RS khusus,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya pihaknya juga melakukan pengembangan kegiatan inovatif, seperti pemeriksaan serologis, kemoprofilaksis, Semi aktif surveilans, lalu memberdayakan penderita atau mantan penderita melalui KPD (Kelompok Perawatan Diri). “Ciri-ciri awal orang terkena penyakit lepra, biasanya menyerang kulit manusia dengan tanda bercak atau hampir mirip dengan panu namun berwarna kemerahan. Bagian tubuh yang terserang biasanya makula, dagu, dahi, kuping dan tangan,” terangnya.

Ia menambahkan, jika ada bercak di kulit yang tak kunjung hilang perlu diwaspdai. Awalnya memang seperti panu, namun kalau kusta biasanya tidak gatal. “Melalui deteksi dini ini, diharapkan ditemukan kasus baru. Ini penting agar pasien yang punya riwayat menderita kusta awal bisa diobati, sehingga tidak sampai cacat permanen. Saat ini Pemprov Jatim mempunyai dua rumah sakit khusus kusta, yakni RS Kusta di Kediri dan RS Kusta Sumberglagah di Kabupaten Mojokerto,” tandasnya. (RAPP002/Ant)