Marketing Digital Efektif Dongkrak Potensi Pariwisata

oleh -13727 views
Pantai Klayar dari atas tebing. (Foto: Arif Sasono)
Pantai Klayar dari atas tebing. (Foto: Arif Sasono)
Pantai Klayar dari atas tebing. (Foto: Arif Sasono)
Pantai Klayar dari atas tebing. (Foto: Arif Sasono)

Pacitanku.com, JAKARTA – Pariwisata sudah bukan zamannya lagi untuk dipasarkan secara konvensional. Marketing ala cyber dianggap mutlak untuk dilakukan demi mempertahankan daya saing pariwisata Indonesia di tengah pusaran pasar bebas dunia dalam segala bidang.

Apalagi sudah terlalu banyak destinasi wisata dari negara lain yang menjadi kompetitor Indonesia telah go online sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Maka pariwisata Indonesia pun dinilai sudah saatnya beranjak untuk menggarap dan mengemas dirinya dalam konten yang menarik berbasis pada teknologi canggih.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah mengembangkan promosi wisata online baik melalui website di antaranya www.indonesia.travel maupun melalui jejaring media sosial. Bukan hanya itu, Kemenpar juga mendorong swasta untuk turut serta terlibat dalam pengemasan promosi pariwisata berbasis teknologi.

Belum lama ini misalnya, Kemenpar mendukung PT UConnectivity Service (UCS) GROUP dan Shobungsha Inc Japan yang melakukan penandanganan nota kesempahaman (MoU/Memorandum of Understanding) kembangkan kerjasama dalam penyediaan teknologi dan konten untuk pariwisata.

Panandatanganan MoU dilakukan Director PT UCS, Imawan Mashuri dan President & Representative Director Shombusha Publication Inc, Shiedo Kuroda disaksikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, belum lama ini.

Dalam nota kesempatan tersebut, UCS Group dan Shobungsha Inc Japan sepakat melakukan kerja sama dalam penyediaan teknologi dan konten untuk pariwisata dalam rangka memberikan kemudahan kepada wisatawan Jepang yang ingin melakukan kunjungan ke Indonesia.

UCS Group melalui Indonesia Paradise bersama Shobungsha mengembangkan teknologi dan konten untuk digunakan di Indonesia dan Jepang di manapun dan oleh siapapun. “Kerja sama ini didedikasikan untuk dunia kepariwisataan Indonesia melalui Kemenpar yang mempunyai program mempromosikan branding Wonderful Indonesia ke seluruh dunia, termasuk Jepang sebagai pasar utama,” kata Director PT UCS, Imawan Mashuri.

Dalam kerja sama tersebut tiga kegiatan yakni Dig Japan, Wonderful Indonesia, dan Indonesia Paradise akan saling melengkapi satu dengan lain dalam upaya meningkatkan kunjungan wisman Jepang ke Indonesia.

UCS GROUP memiliki enam aktivitas utama dalam mengembangkan media digital yakni; UCS TV Indonesia (mengkhususkan diri membuat tayangan tv berbasis news yang bisa ditonton pada multi device pertama di dunia.

Selain itu ada program “SEKOLAHKU” (belajar mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 12, yaitu SD , SMP , SMA dengan standar kurikulum plus melalui web dan mobile aplikasi), “INDONESIA PARADISE”, “U-SHOPPING” (kegiatan untuk memudahkan dan memberikan kepercayaan dalam perbelanjaan apapun secara online), “UCS DIGITAL SIGNED” (aktivitas tambahan untuk promosi melalui video tron dan monitor), dan “TOSS” (konten animasi karakter untuk memberikan alternatif tontonan bagi anak-anak yang memiliki basis ke Indonesiaan).

Pariwisata Online Menpar Arief Yahya menyambut baik dilakukannya MoU kerja sama penyediaan teknologi dan konten untuk pariwisata dalam upaya meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia.

Pemerintah tahun ini menargetkan kunjungan sebanyak 10 juta hingga 12 juta wisman dan akan meningkat menjadi 20 juta pada 2019.
“Jepang merupakan pasar utama pariwisata Indonesia. Kunjungan wisman menunjukkan trend meningkat. Pada Maret 2015 jumlah kunjungan wisman Jepang sebanyak 19.461 wisman atau berada di urutan tiga terbesar setelah Malaysia dan China,” kata Menpar Arief Yahya.

[irp]

Kemenpar sangat serius dalam menggarap pasar Jepang, untuk ini konektivitas penerbangan langsung terus ditingkatkan. Selain itu promosi digencarkan baik melalui promosi dengan media digital (online) dan promosi secara konvensional (offline) yang dikemas dalam Wonderful Indonesia.

Pihaknya berharap, bukan hanya Jepang yang bisa digarap lebih serius untuk promosi pariwisata secara online namun akan lebih banyak negara fokus pasar lain yang mendapat perlakuan serupa.

Ia berharap lebih banyak pihak swasta tergugah untuk turut serta mempromosikan pariwisata Indonesia di dunia cyber melalui penyebaran konten yang menarik.

Arief berpendapat, promosi pariwisata untuk menarik kunjungan lebih banyak wisatawan ke Tanah Air sejatinya bukan semata tanggung jawab kementeriannya melainkan seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat Indonesia.

Jejaring Sosial Kementerian Pariwisata juga bertekad meningkatkan promosi wisata melalui jejaring sosial dan sosial media untuk menyasar segmen-segmen yang potensial. “Dalam beberapa waktu terakhir, kami mulai fokus menggarap segmen khusus melalui sosial media. Dan tahun depan akan lebih ditingkatkan,” kata Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kemenpar Esthy Reko Astuti.

Ia mengatakan, promosi wisata melalui sosial media dan jejaring sosial seperti twitter, facebook, dan blog saat ini sangat efektif untuk menjaring segmen pengguna internet aktif yang umumnya berasal dari kalangan generasi muda yang “melek” IT.

Selain itu daya jangkau promosi secara online, menurut Esthy, jauh lebih luas ketimbang promosi wisata secara konvensional. “Jadi promosi melalui sosial media, anggarannya kami jadikan satu dengan promosi secara elektronik website yang di dalamnya juga terdapat maintenance untuk konten,” katanya.

Selama ini, Esthy mengakui, biaya termahal untuk promosi wisata online adalah pos untuk maintainance dan search engine organization. Apalagi, anggaran pemasaran pariwisata dalam beberapa tahun terakhir sempat mengalami penurunan sehingga diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan promosi wisata yang efektif tetapi tidak menelan biaya terlampau besar.

Menurut dia, promosi wisata secara online memiliki efek yang kuat dan dapat menjadi jawaban yang tepat untuk persoalan terbatasnya anggaran. “Sedang diupayakan ada tambahan (anggaran) yang diprioritaskan untuk event-event atau promosi besar,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sudah dan sedang mengelola website resmi Kemenpar di alamat laman www.indonesia.travel. Selain itu, pihaknya juga mengundang para pelaku industri pariwisata untuk mempromosikan websitenya yang berisi paket-paket wisata domestik melalui www.indonesia.biz. “Untuk twitter kami yang beralamat di @indonesia.travel saat ini followernya sudah mencapai lebih dari ratusan ribu orang,” katanya.

Melalui facebook di akun indonesia.travel pihaknya juga gencar mempromosikan pariwisata di tanah air. Pihaknya juga mendorong para pelaku industri pariwisata untuk mulai berpromosi secara online dengan melakukan pendampingan dan pelatihan membuat website. “Kita dampingi mereka, kita latih juga bagaimana membuat konten-konten yang menarik, serta meng-upload gambar ke dalam website,” katanya.

Esthy berharap melalui promosi online, pariwisata Indonesia semakin dikenal di dunia sehingga kunjungan wisatawan ke Indonesia semakin meningkat. (Gulalives/Ant)

 

Berikut contoh marketing wisata melalui video :