Saat Tungku dan Api Jadi Sumber Kehidupan Warga Pacitan

oleh -131.506 views
Warga Pacitan, Kadinem Memasak Menggunakan Tungku. (Foto : Bayu Caraka/Pasang Mata0
Warga Pacitan, Kadinem Memasak Menggunakan Tungku. (Foto : Bayu Caraka/Pasang Mata0
Warga Pacitan, Kadinem Memasak Menggunakan Tungku. (Foto : Bayu Caraka/Pasang Mata0
Warga Pacitan, Kadinem Memasak Menggunakan Tungku. (Foto : Bayu Caraka/Pasang Mata0

Pacitanku.com, BANDAR—Bagi kebanyakan diantara kita, menggunakan teknologi terbaru menjadi suatu hal yang sifatnya kebutuhan, karena tanpa teknologi tersebut, kita tak bisa melaksanakan aktivitas kita dengan baik. Misalnya adalah soal listrik dan masak, kebanyakan kita pun menyatakan bahwa listrik dan gas adalah dua kebutuhan primer yang tak tergantikan. Namun, terbayangkah anda ketika di zaman seperti sekarang ini, masih ada orang yang dengan damai dan nyaman, masih menggunakan teknologi dan energi yang dianggap tradisional?

Hal itulah yang terjadi di sebuah desa pelosok di Pacitan. Tepatnya dilakukan Kadinem, warga di pelosok Dusun Salam, Desa Bandar, Pacitan. Meski dirinya tak memiliki listrik untuk sumber pencahayaan dirumahnya yang sederhana, meski lantai hanya beralaskan tanah, meski rumah hanya terbuat dari jerami dan anyaman bambu, Kadinem nyaman menjalaninya. Tak mengeluh, apalagi memprotes kebijakan pemerintah. Hidup, bagi Kadinem tak serumit apa yang dibayangkan banyak orang. 

Kadinem, yang merupakan wanita setengah baya ini juga tak sungkan, saat para ibu sibuk dan panik ketika gas elpiji 3kg nya habis, Kadinem dengan nyamannya menggunakan tungku sederhana untuk keperluan memasak sehari – hari. Tak perlu protes, apalagi mengeluh kepada kerasnya kehidupan.

Memang, bagi sebagian warga Pacitan, memasak menggunakan tungku lebih terasa harum hasilnya, terutama saat memasak nasi menggunakan dandang dari kepulan asap tungku. Ini jugalah yang kemudian menjadi salah satu penyebab, mengapa di pelosok Pacitan, kebanyakan warga masih menggunakan tungku untuk keperluan memasak. Selain lebih hemat, juga lebih alami dengan hasil memuaskan.

Tungku dan api, bagi sebagian kita, adalah sumber kehidupan dan penghidupan.