Penambang Pasir Liar Kian Marak, Sungai Grindulu Rawan Erosi

oleh -Dibaca 1.570 kali
Ilustrasi Penambang pasir liar di Pacitan. (Foto : jawapos)
Ilustrasi Penambang pasir liar di Pacitan. (Foto : jawapos)
Penambang pasir liar di Pacitan. (Foto : jawapos)
Penambang pasir liar di Pacitan. (Foto : jawapos)

Pacitanku.com, TEGALOMBO—Semakin banyaknya penambangan pasir liar di Sungai Grindulu membuat sungai terbesar di Pacitan tersebut rawan erosi. Dampak lainnya adalah membuat kerusakan lingkungan yang cukup parah.

Diketahui, berdasarkan pantauan, Penambangan pasir liar di sepanjang Sungai Grindulu banyak terdapat di Desa Tambakrejo, (Pacitan), Desa Kebondalem (Tegalombo), Desa/Kecamatan Arjosari, Desa Hadiwarno (Ngadirojo), dan Desa Semanten (Pacitan).

menyatakan, penambangan itu mengakibatkan erosi bibir sungai dan perbelokan arus Sungai Grindulu. ’’Bila sudah begitu, beberapa permukiman warga di pinggir Sungai Grindulu rawan amblas karena diterjang banjir saat musim hujan,’’ jelas Masruhin Muhammad, Kepala Bidang Pertambangan Dinas Pertambangan dan Energi Pacitan , dilansir dari Jawapos, Senin (01/9/2014)

Menanggapi maraknya penambangan pasir liar tersebut, Masruhin sebenarnya sudah mengeluarkan surat izin untuk penambangan ini. ’’Selain penambang tradisional, kami tidak pernah mengeluarkan izin pengerukan pasir maupun sirtu di Sungai Grindulu. Apalagi, menggunakan alat berat,’’ ujarnya.

Aktivitas para penambang pasir tradisional juga menggerus tanah di sekitar tiang penyangga sejumlah jembatan. Meluasnya titik gerusan disebabkan pasir yang terus hanyut sehingga mengakibatkan bagian dasar fondasi tiang menggantung.

Redaktur : Robby Agustav