Kirab dan Prosesi Hari Jadi Awali Agenda Puncak Hajatan ke 269

oleh -Dibaca 1.907 kali
Rombongan kirab sampai di SMP 1 Pacitan (Foto : Rizal Aadhariyanto)
Rombongan kirab sampai di SMP 1 Pacitan (Foto : Rizal Aadhariyanto)
Rombongan kirab sampai di SMP 1 Pacitan (Foto : Rizal Aadhariyanto)
Rombongan kirab sampai di SMP 1 Pacitan (Foto : Rizal Adarriyanto)

Pacitanku.com, PACITAN—Puncak peringatan Hari Jadi Pacitan (Hajatan) yang digelar hari ini, Rabu (19/2/2014) pagi ini diawali dengan agenda kirab dan prosesi hari jadi. Agenda yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut menjadi agenda wajib tahunan yang digelar setiap perayaan Hajatan.

Meskipun cuaca mendung dan sempat hujan hingga saat ini menyelimuti kawasan Pacitan kota, namun hal tersebut tak mengurangi khidmatnya acara dan antusiasme para pengunjung, terutama di alun – alun Pacitan.

Seperti biasa, suasana jawa kental terasa mengiringi jalanya prosesi yang berlangsung sejak pagi. Yang unik di agenda hajatan tahun ini adalah banyaknya janur kuning yang terpasang di sekitar alun – alun Pacitan. Janur kuning atau penjur tersebut biasanya digunakan untuk acara pengantin, namun kali ini digunakan untuk perayaan hajatan Pacitan.

Untuk prosesi kiraban sendiri, agenda  dimulai dari Desa Nanggungan dan Sukoharjo. Ada juga ritual dalam kirab tersebut antara lain adalah ritual memercikkan air suci di lingkup pendopo sebagai simbol tolak balak yang dilanjutkan dengan persembahan tari.

Air yang dipakai untuk ritual tolak balak ini merupakan air yang diambil dari dua sumur yang lokasinya di dusun Ngrejoso desa Sukoharjo dan desa Nanggungan.

Agenda kirab kemudian dilanjutkan bertemunya dua pasukan dari arah yang berlawanan di Penceng. Kemudian dua pasukan tersebut yang masin-masing dari arah nanggungan Dan Sukoharjo bergabung menuju Pendopo Kabupaten Pacitan.

Prosesi kiraban sendiri diikuti ratusan peraga yang iring-iringan pasukan pengawal. Mulai dari pasukan kuda, pasukan pembawa umbul-umbul, pasukan tombak dan pedang hingga pasukan pembawa panji-panji. Usai rangkaian panjang prosesi pusaka selanjutnya dikirab keluar pendopo kabupaten.

Rangkaian panjang kereta yang membawa pusaka dengan kawalan ratusan prajurit berjalan mengelilingi alon-alon Pacitan, sebelum akhirnya kembali masuk kabupaten.

Sementara warga yang menyaksikan pun dibuat terkesima dengan agenda kirab ini, tak terkecuali para anak – anak sekolah di Pacitan yang nampak semangat mengikuti jalannya acara ini. Rencananya, kirab ini akan berlangsung hingga tengah hari nanti sebelum agenda pagelaran budaya Pacitan, yang akan berlangsung setelah acara.

Redaktur : Robby Agustav