Medan Berat, KPU Pacitan Libatkan TNI Distribusikan Logistik Pemilu

oleh -Dibaca 791 kali
Relawan Pemilu Pacitan sumber foto kpud Pacitan
Relawan Pemilu Pacitan sumber foto kpud Pacitan
Relawan Pemilu Pacitan sumber foto kpud Pacitan
Relawan Pemilu Pacitan sumber foto kpud Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan, berencana untuk melibatkan unsur TNI dalam proses distribusi logistik Pemilu, terutama untuk mengantisipasi kerawanan bencana menjelang hingga pasca pemungutan suara pada April tahun ini.

“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan TNI dalam proses distribusi logistik nanti, tentu saja selain juga Polri selaku unsur utama pengamanan,” kata Komisioner KPU Agus Hadi Prabowo, Sabtu (8/2/2014) seperti dinukil dari Antara.

Yang menjadi alasan KPU melibatkan unsur TNI adalah beratnya medan yag harus ditempuh di Pacitan. Selain dibayangi ancaman bencana, pengamanan superketat di jalur pedalaman Pacitan menjadi prioritas untuk memastikan tidak adanya sabotase, menjelang maupun usai pemungutan.

“Tidak semua titik distribusi melibatkan unsur TNI, prioritasnya adalah untuk daerah-daerah dengan tingkat kesulitan tinggi,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa langkah antisipasi tersebut mereka persiapkan, mengacu dari pengalaman pemilu-pemilu sebelumnya. Hampir 75 persen wilayah di Kabupaten Pacitan terdiri dari daerah-daerah dengan kemiringan tinggi maupun kawasan di sekitar daerah aliran sungai. Akibatnya, tingkat kesulitan distribusi cenderung menyebar.

“Yang perlu diantisipasi adalah cuaca ekstrem, seperti diketahui sebagian besar wilayah Pacitan rawan bencana. Tapi, kalau infrastuktur jalan, saya kira relatif baik,” katanya.

Sebagian besar logistik Pemilu 2014 di Kabupaten Pacitan dinyatakan siap. Sejumlah logistik yang sudah tersedia, di antaranya kotak dan bilik suara, alat coblos, alat tulis kantor, serta tanda pengenal untuk KPPS dan untuk saksi.

Sementara untuk kelengkapan lain seperti formulir di tingkat PPK dan PPS sekaligus sampulnya maupun formulir model C, surat suara, tinta, dan alat bantu tuna netra masih menunggu distribusi dari KPU Provinsi.

Redaktur : Robby Agustav