Hari Jadi ke 269, Tari Klonthong Jengglur Siap Hibur Warga Pacitan

oleh -Dibaca 1.210 kali
Para penari Klonthong Jengglur sedang latihan (Foto : mmbodo/Pacitanku)
Para penari Klonthong Jengglur sedang latihan (Foto : mmbodo/Pacitanku)
Para penari Klonthong Jengglur sedang latihan (Foto : mmbodo/Pacitanku)
Para penari Klonthong Jengglur sedang latihan (Foto : mmbodo/Pacitanku)

Pacitanku.com, NGADIROJO—Peringatan hari jadi Kabupaten Pacitan yang puncaknya pada 19 Februari mendatang dipastikan akan berlangsung semarak. Selain banyaknya acara yang siap menghibur warga Pacitan, pada puncak peringatan tersebut juga akan ditandai dengan muculnya sebuah seni budaya baru berupa tari yang kedepan akan menjadi ciri khas dari Pacitan.

Tari yang dipersembahkan oleh sanggar tari Edipeni Ngadirojo adalah tari Klonthong Jengglur. Tari ini merupakan buah inspirasi dari penggambaran kabupaten Pacitan.

“Pacitan memiliki karakteristik berupa perbukitan dan pegunungan, dan masyarakatnya adem ayem dan sejahtera. Maka inspirasi tari klonthong jengglur sendiri mengambil dari karakteristik Pacitan sendiri, “ kata Edi Suwito, pemilik sanggar Edipeni, kepada Portal Pacitanku, Jumat (7/2/2014) malam WIB.

Klonthongan sapi yang digunakan di tari Klonthong Jengglur (Foto : mmbodo/Pacitanku)
Klonthongan sapi yang digunakan di tari Klonthong Jengglur (Foto : mmbodo/Pacitanku)

Salah satu properti yang digunakan dalam tari yang ditampilkan perdana tersebut adalah klonthong sapi, yang biasa dipakai sebagai kalung sapi, yang notabene hewan ini banyak dipelihara oleh warga Pacitan.

“Untuk 19 Februari nanti, tari ini akan menampilkan 50 pengrawit dan 100 penari, yang kesemuanya berasal dari lorok, sehingga bisa dikatakan untuk penampilan perdana tari ini adalah persembahan Lorok untuk Pacitan,” jelas seniman tari yang juga sukses menggarap tari Sanjaya Rangin ini.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa tari Klonthong Jengglur ini juga berencana akan naik panggung dalam festival Pacitan menari di Istana Negara Jakarta, Agustus mendatang. “Untuk yang di Jakarta, insyaallah insyaallah klonthong jengglor akan tampil dengan 300 penari dan 100 pengrawit,” kata pria yang juga berprofesi sebagai guru ini.

Dalam penampilan perdana di hari jadi Pacitan nanti, karya monumental dari seniman Pacitan ini merupakan buah karya

Edi Suwito sedang mengarahkan para penari (Foto : mmbodo/Pacitanku)
Edi Suwito sedang mengarahkan para penari (Foto : mmbodo/Pacitanku)

bersama, yang digawangi oleh Edi Suwito sebagai pemilik sanggar, dengan masukan dari seniman tari di Pacitan. Sementara untuk penata kostumnya adalah Adi Peni, yang tak lain adalah istri dari Edi Suwito, sedangkan penata musik adalah tim musik Mbah Kasim, Hadiluwih, Ngadirojo.

Penasaran dengan aksi 100 penari dan 50 pengrawit dalam tari Klonthong Jengglur? saksikan dalam pagelaran puncak acara Hari Jadi Pacitan ke 269, 19 februari mendatang di alun – alun Pacitan.

Redaktur : Dwi Purnawan