Halking Pendopo Pacitan, Ruang Khusus Tamu Istimewa Sang Bupati

oleh -13823 views
Pendopo Kabupaten Pacitan
Pendopo Pemerintah Kabupaten Pacitan. (Foto: Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN—Keberadaan Pendopo sebagai Kantor Bupati atau pimpinan kepala Daerah memang sudah terkenal sejak zaman kerajaan hingga saat ini. Khususnya di Jawa, Pendopo sebagai tempat bermusyawarah  para pimpinan daerah, seperti Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan kepala dinas terkait. Dan masing – masing pendopo di berbagai daerah tentu menyimpan hal unik dan menarik, seperti halnya di Pacitan dengan Halkingnya.

Halking adalah singkatan dari Halaman Wingking, atau istilahnya Halaman bagian belakang dari pendopo Pacitan. Dan dengan keberadaan Halking ini, pendopo Pacitan tidak lagi berkesan kaku dan terlalu procedural. Bupati Pacitan Indartato memberikan porsi yang sangat luas kepada masyarakat Pacitan untuk bertandang ke pendopo, dan salah satu tempat yang pas untuk menerima tamu istimewa bupati, yakni segenap masyarakat pacitan, adalah Halking Pendopo.

Tempat khusus ini adalah ruangan terbuka yang terdiri dari beberapa bagian, diantaranya ruang tamu yang cukup lebar, biasanya ruang tamu ini digunakan untuk menerima tamu Bupati dengan jumlah yang banyak. Bagian kedua adalah bagian terbuka dengan konsep taman walking, terdiri pendopo kecil dan taman terbuka dengan ruag hijau nan asri.

Keberadaan Halking Pendopo Pacitan sendiri sebenarnya sudah dirintis sejak zaman kepemimpinan Bupati Kolonel H Mochtar Abdul Kadir (1985-1990). Pemberian nama halking sendiri dirintis oleh Abdul Kadir pada saat itu, dengan tujuan sebagai tempat memanggil anak buahnya dan menerima tamu di luar jam kerja.

Hingga sekarang, taman halking pendopo Pacitan sudah digunakan Bupati untuk menerima tamu istimewa, yakni masyarakat Pacitan yang ingin berkunjung ke pendopo Pacitan. Indartato dalam berbagai forum juga menyampaikan bahwa pendopo Pacitan dibuka untuk umum sepanjang waktu, dan sejak itu pula banyak masyarakat Pacitan yang mengunjungi kantor pusat pemerintahan di Pacitan ini.

Redaktur : Dwi Purnawan (@dwi_itudua On Twitter)