Habiburrahman El-Shirazy Kecam Kudeta Militer Mesir

oleh -13607 views
Orasi dari Kang Abik
Orasi dari Kang Abik

Pacitanku.com, SEMARANG—Sastrawan dan novelis kenamaan nasional, Habiburrahman El-Shirazy atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Kang Abik mengecam tindakan represif yang ditunjukkan oleh rejim militer Mesir dengan membantai rakyatnya sendiri yang tidak berdosa.

Hal itu disampaikan oleh penulis Novel Ayat – Ayat Cinta ini saat menyampaikan orasinya di depan ribuan massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Rakyat Mesir Semarang (FORSI RAMES), Jum’at (16/8) di Semarang, Jawa Tengah.

Dikatakan Kang Abik, pembantaian ini adalah kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran Hak Asasi manusia (HAM) terberat di Mesir. Ia juga menyebut bahwa gurunya semasa kuliah di AL-Azhar turut menjadi korban. “Salah satu yang menjadi korban adalah guru saya,” kata Kang Abik sambil terisak.

Pria yang juga merupakan alumni Universitas Al-Azhar Kairo ini juga menyebutkan bahwa sudah selayaknya dan seharusnya pemerintah Indonesia berperan aktif untuk membantu penyelesaain krisis yang terjadi di Timur Tengah.

“Saya meminta kepada pemerintah, terutama bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk bersikap tegas, dengan mendukung penuh proses demokratisasi di Mesir, yaitu dengan menolak kudeta militer dan mengembalikan kekuasaan kepada Presiden yang sah, Muhammad Mursi,” terang pria yang Novelnya berjudul Ketiak Cinta Bertasbih pernah menjadi film religi terbaik di Indonesia ini.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyat Mesir yang ditindas oleh rejim militer, Kang Abik juga mengajak kepada semua elemen masyarakat di Indonesia bersatu padu menolak kudeta militer yang terjadi di Mesir. “Mari kita doakan saudara kita di Mesir agar segera terbebas dari penindasan keji militer Mesir,” tegasnya.

Selain menjadi orator dalam aksi yang diikuti ribuan massa Forsi Rames tersebut, Kang Abik juga didaulat menjadi imam Shalat Ghaib. Shalat Ghaib ini dilakukan untuk mendoakan para syuhada Mesir yang dibantai secara keji oleh rezim militer pimpinan Abdul Fattah As Sisi. (DWI)

Redaktur : Dwi Purnawan

Foto : Shultan Shalahudin