Sakit tak Kunjung Sembuh, Kakek ini Depresi dan Tewas Gantung Diri

oleh -13857 views

bunuh diriPacitanku.com, TULAKAN – Diduga mengalami depresi akibat sakit yang tak kunjung sembuh, Hadi Suyitno (70), warga Dusun Ngambar, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan ditemukan tewas akibat gantung diri pada Kamis (29/9/2016) pukul 05.30 WIB.

Berdasarkan penuturan saksi mata, Poinem, dirinya mengetahui Hadi yang merupakan suaminya tersebut tewas setelah hendak membersihkan halaman rumahnya di bagian belakang. Hadi tewas setelah gantung diri di pohon laban di dekat rumahnya.

“Pukul 03.00 WIB saya masih mengantar kencing bapak, kemudian kembali tidur.  Sekira jam 05.30 wib ketika  hendak membersihkan halaman rumah, saya melihat dia menggantung di pohon Laban,” kata Poinem.

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor Tulakan, IPTU Sutrisno membenarkan tentang adanya orang gantung diri di wilayahnya. “Dari pemeriksaan saksi korban sejak tiga bulan terakhir mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh, diduga korban mengalami depresi karena sakit yang di deritanya tidak kunjung sembuh, sehingga nekat gantung diri,” katanya.

Setelah Hadi dievakuasi dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian dibawa ke Puskesmas Tulakan untuk dimintakan visum.

Kasus terbaru ini menambah daftar kasus kematian akibat gantung diri di Kabupaten Pacitan. Pada tahun 2014, sedikitnya ada 12 kasus gantung diri. Sedangkan tahun 2015, kasus gantung diri tercatat sebanyak 11 kasus. Sedangkan hingga bulan September 2016 ini, setidaknya terjadi 9 kasus gantung diri, dua diantaranya terjadi di bulan September ini.

Kebanyakan korban gantung diri dilatari masalah kejiwaan. Seperti sakit yang tak kunjung sembuh hingga berujung depresi. Lain itu, masalah ekonomi juga menjadi faktor penyebab terjadinya kasus bunuh diri dengan cara gantung diri tersebut.

Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat, Masrukin, berpendapat ada dua penyebab utama terjadinya kasus gantung diri di Kabupaten Pacitan.

Baca juga: Depresi Penyakit tak Kunjung Sembuh, Lansia di Tulakan Nekat Gantung Diri 

Selain karena sakit, faktor ekonomi juga menjadi persoalan pelik yang mengakibatkan seseorang memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya. “Masyarakat yang menderita sakit menahun dan tidak kunjung sembuh, akhirnya frustasi akan biaya pengobatan yang cukup tinggi,” katanya beberapa waktu lalu.

Masrukin mengatakan bahwa dinasnya bisa memfasilitasi mengurus jasa pengobatan gratis, seandainya mereka mau melaporkan. “Kami bisa memfasilitasi pengobatan gratis seandainya masyarakat tidak mampu, mau memberikan laporan atas kondisi kesehatan yang dialaminya,” pungkasnya. (RAPP002)