Bumi Pacitan, surga tambang

oleh -2.345 views
BEK batu jutaan 012
BEK batu jutaan 012

Pacitanku.com, PACITAN Studi tentang sektor pembangunan Pacitan dibidang pertambangan memiliki prospek yang cukup menjanjikan dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pacitan dan juga peningkatan kesempatan berusaha dan penyerapan tenaga kerja. Hal ini dikarenakan bahwa Pacitan memiliki berbagai macam tambang yang siap untuk dikelola, baik dari laut maupun di darat. Kabupaten Pacitan memiliki kekayaan bahan tambang yang tersebar hampir di seluruh wilayah.

Berdasarkan data DPE, Kota 1001 Gua ini memiliki kandungan bahan tambang hingga 33 jenis. Mulai dari mineral logam, bukan logam dan batuan, batubara, hingga radio aktif. Sejumlah bahan tambang yaitu bentonit, feldspar, kalsit, piropilit, marmer, zeolit, batuan beku, tanah liat plastis, sirtu, batu gamping, emas, batubara, Uranium, Timah Putih, Nikel, Timah Hitam, Emas, Mangan, Tembaga, Seng, Batu Gamping, Dolomit, Gibsum, Fosil Kayu, Batu Rijang/Batu Api, Kristal Kuarsa, Kalsedon/Agat, dan Jasper.

Dilihat dari kondisi dasar, topografi, struktur dan jenis batuan yang 85 % merupakan bagian seluruh wilayah Kabupaten Pacitan, ternyata di dalamnya banyak mengandung bahan tambang yang melimpah. Adapun bahan tambang yang ada dengan klasifikasi golongan A, golongan B dan golongan C, yang dianalisa masih rendah dalam memberikan kontribusi kepada peningkatan pendapatan masyarakat yang akhirnya peningkatan pendapatan daerah.

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Pertambangan Propinsi Jawa Timur menunjukkan adanya sebaran, luas areal, besarnya cadangan serta kualitas bahan galian yang ada di Kabupaten Pacitan sejumlah 33 jenis bahan tambang. Sedangkan untuk bahan Tambang yang di eksploitasi di Pacitan adalah sebagai berikut

Bentonit, adalah sejenis tanah liat yang dapat mengembang bila menyerap air. Bahan tambang ini sudah diusahakan sejak tahun 1987 oleh PT. Indobent Wijaya Mineral di Kecamatan Punung. Kondisi luas area : 21.000.000 m³, dengan rincian areal yang dieksploitasi  55,518 Ha. Untuk kegunaan bentonite sendiri adalah sebagai bahan keramik halus penjernih minyak kelapa dan kelapa sawit, pemboran minyak, gas dan panas bumi, industri pengecoran logam, pengelolaan limbah, pemboran air bersih.

Feldspar, adalah jenis mineral berbentuk kristal, terutama Kalium, Aluminosilika, Sodium dan Kalsimum yang dibentuk oleh dua lempengan menyerupai bentuk sudut, umumnya berwarna abu-abu muda, kuning kecoklatan. Bahan tambang ini sudah dieksplorasi oleh beberapa perusahaan dengan berbagai jenis seperti  keramik dinding, lantai, kebun maupun kebutuhan rumah tangga lain seperti vas bunga, tempat lilin, lamoou dan pigura foto yang telah menembus luar negeri melalui Propinsi Bali. Luas areal kandungan 950 Ha/46 juta m³, dengan rincian areal yang dieksploitasi 18,3818 Ha. Kegunaan dari feldspar adalah sebagai bahan industri keramik, porsilin, isolasi listrik, cat, gelas flux dan karet.

Kalsit, atau kalsit lebih dikenal dengan “Batu Bintang”. Unsur utamanya yang terkandung adalah marmer dan zat kapur, CaCO3 dengan warna putih ke kuning-kuningan serta memancarkan cahaya. Luas areal di Pacitan adalah 443.700 m², dengan rincian areal yang dieksploitasi 18 Ha. Kalsit berfungsi sebagai bahan gelas/kaca, Kosmetik dan pasta.

Piropilit, adalah mineral berwarna hijau, berbentuk foliat dan butiran granula. Areal siap dieksplorasi seluas 37 Ha, dengan fungsi utama adalah sebagai bahan baku industri keramik dan porselin. Saat ini piropilit diusahakan hanya berskala kecil dengan produksi rata-rata ± 25-50 m³ perhari dan dikirim ke industri keramik di Jakarta, Cirebon, Surabaya, Semarang dan Tulung Agung.

Marmer, adalah jenis batuan dengan warna abu-abu, kuning kecoklatan dan kemerahan diusahakan masih sebatas tradisional. Luas areal 300 Ha (77juta m³), dengan rincian areal yang dieksploitasi 47 Ha. Untuk marmer di Pacitan, metode eksploitasinya masih dilakukan masyarakat secara tradisional. Fungsi utamanya adalah untuk batuan hias, Ornamen, Ubin, mebel dan bahan bangunan lainnya.

Zeolit, Kegunaan tambang ini adalah sebagai bahan pembersih/ penyerap zat cair dan udara, campuran makan ternak. Luas areal yang dieksploitasi di Pacitan adalah  11,292 Ha dari luas Areal 59.100 Ha.

Batuan Beku, yang termasuk jenis batuan beku antara lain Batu Desit, Basalt dan Andesit dan banyak terdapat di Nawangan, Pacitan, Ngadirojo dan Tulakan. Luas areal 10 juta m³, dengan fungsi adalah untuk keperluan bahan bangunan (pondasi Jalan dan lain-lain) dan diusahakan secara Tradisional. Sedang untuk batuan beku yang berbentuk bongkahan-bongkahan besar saat ini sudah diusahakan oleh perusahaan untuk Tegel dan Keramik, Tempat lilin dan lampu.

Ball Clay, disebut juga Tanah Liat Plastis. Ciri khas dari bahan galian ini adalah warna abu-abu, kemerahan, berbutir sangat halus dan mempunyai kekenyalan yang tinggi sehingga apaabila kena panas bentuk dan warna tidak berubah. Eksploitasi masih dilakukan oleh penduduk secara tradisional, dengan fungsi adalah untuk industri keramik halus dan porselin dan Gerabah halus.

Sirtu, terdiri dari pasir, kerikil, kerakal yang merupakan material lepas sebagai hasil pelapukan, erosi dan pengendapan batuan yang berasal dari sekitarnya. Luas areal tidak terbatas, sepanjang aliran sungai grindulu, barak, brongkah, sundeng, tani, tumpuk, guyangan dan Ngrato. Areal dieksoloitsi berdasarkan SIPD, sampai sekarang terdapat 46 penambang yang mencapai 48,93 Ha dengan jumlah produksi: 20.688 ton. Kegunaan dari sirtu ini adalah untuk bahan pembangunan jalan dan campuran beton.

Batu Gamping, saat ini banyak dilakukan oleh masyarakat setempat secara tradisional sebagai bahan bangunan ( pondasi dan campuran semen bangunan) itu pun untuk konsumsi lokal, kegunaan lainnya adalah untuk bahan pembuatan gelas, pertanian, industri gula Filter cat, kaporit dan industri plastik.

Emas, biji emas dijumpai bersama-sama di lingkungan biji “Base Metal” di Desa Pagerejo Kecamatan Ngadirojo dan Desa Kebonsari Kecamatan Punung. Areal yang dieksploitasi untuk emas ini adalah di Kecamatan Punung, Kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Tegalombo.

Selain yang sudah dieksploitasi tersebut, diwilayah Pacitan juga beberapa waktu lalu, diduga ada potensi pertambangan lainnya, upaya perluasan wilayah yang diperkirakan berpotensi sebagai kilang minyak dan gas bumi lepas pantai, salah satunya adalah wilayah laut Pacitan juga masuk dalam kategori berpotensi mengandung cadangan minyak dan gas alam. Apalagi melihat memang Pacitan juga memiliki wilayah Pantai yang cukup luas untuk pengembangan SDA yang dikhususkan pengelolaan minya bumi dan gas alam di Pacitan.

Namun demikian, tidak semua potensi pertambangan itu dapat dieksploitasi. Hal ini terkait faktor pelestarian lingkungan hidup dan potensi pariwisata Pacitan. Di daerah ini terdapat tiga kecamatan yang dinyatakan steril dari segala bentuk aktivitas penambangan, yaitu Kecamatan Donorojo, Kecamatan Punung, dan Kecamatan Pringkuku. Kendatipun, di area tersebut sudah terdeteksi sumber bahan tambang fosfat dolomit dan pasir besi. Kebijakan pertambangan ini telah berlaku sejak dikeluarkannya Instruksi Bupati Nomor 4 Tahun 2009. Lebih khusus lagi, wilayah terlarang bagi penambangan berada di wilayah selatan dan pesisir sepanjang kurang lebih 30-an kilometer yang merupakan bagian dari jajaran Pegunungan Sewu.

Munculnya instruksi bupati tersebut juga tidak lepas dari kebijakan di Kementerian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar) yang mengusulkan kawasan karst di Pacitan Barat sebagai geopark ke UNESCO. Konservasi alam dan lingkungan di Pacitan Barat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan  kawasan karst di Pacitan..

Sesuai Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1456/Kepmen/1998, kawasan karst dibagi menjadi tiga. Di kawasan satu, segala jenis penambangan dilarang sedangkan di kawasan kategori dua penambangan boleh dilakukan tetapi terbatas.

Source : Buku Pacitan The Heaven Of Indonesia, Pemkab Pacitan