Semarak Upacara Adat Baritan Kebonagung, Ekspresi Syukur Masyarakat dalam Bentuk Seni Budaya

oleh -9 Dilihat
Semarak Upacara Adat Baritan Kebonagung. (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, KEBONAGUNG – Masyarakat Dusun Wati, Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung kembali menggelar kegiatan budaya upacara adat Baritan yang digelar pada Minggu (30/7/2023) di Kebonagung.

Upacara adat Baritan menjadi tradisi turun temurun warga setempat setiap memasuki bulan Suro dalam penanggalan Jawa.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji juga menghadiri upacara adat Baritan yang dilaksanakan warga Dusun Wati, Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung.

“Dari tradisi seperti ini kita semua bisa mengekspresikan rasa syukur, juga menghibur masyarakat. Yang jualan juga lebih laris, yang punya sanggar seni pun punya panggung untuk menampilkan keseniannya, yang jelas kegiatan seperti ini sangat positif,”kata Mas Aji, mengutip siaran pers Prokopim.

Adat Baritan konon bermula ketika masyarakat Dusun Wati terkena wabah penyakit berkepanjangan (pageblug).

Hingga akhirnya Ki Ageng Sureng Pati memerintahkan sedekah bumi berupa penyembelihan kambing kendit. Baritan berasal dari kata rid/wiriddan yang berarti memohon petunjuk atau perlindungan dan keselamatan kepada Tuhan.

Dalam perkembangannya warga masih tetap melaksanakan sedekah bumi yang diberi nama Baritan sebagai upaya untuk mendekatkan diri dan memohon perlindungan Alloh SWT.

Tidak hanya itu adat Baritan juga sebagai upaya menjaga budaya dan sejarah.

“Tahun ini banyak tampilan seni budaya mulai tari tarian, seni karawitan dan langen beksa atau tayub,”kata Kades Gawang.