Sentuhan Api, Lahirkan Karya Seni Memukau: Kisah Inspiratif Supriadi, Seniman Lukis Bakar dari Pacitan

oleh -172 Dilihat
Dengan sentuhan api dan tangan terampilnya, ia menciptakan karya seni lukis bakar (pyrography) yang memukau, mengubah media sederhana menjadi mahakarya bernilai tinggi. (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Pacitanku.com, KEBONAGUNG – Di tengah kesunyian Dusun Salamrejo, Desa Kebonagung, Pacitan, Jawa Timur, berkobar semangat kreativitas seorang seniman berbakat, Supriadi.

Dengan sentuhan api dan tangan terampilnya, ia menciptakan karya seni lukis bakar (pyrography) yang memukau, mengubah media sederhana menjadi mahakarya bernilai tinggi.

Supriadi memanfaatkan kayu, triplek, batok kelapa, kulit, hingga tulang sebagai kanvasnya. Melalui teknik pembakaran yang presisi, ia menghasilkan detail gambar yang menakjubkan dengan dimensi yang kaya.

“Awalnya, saya ingin melukis di kanvas, tapi biaya kanvas dan cat mahal. Lalu, saya mencari alternatif dan menemukan lukis bakar,”ungkap Supriadi, penuh semangat.

Dengan alat sederhana berupa solder yang dimodifikasi, Supriadi menghidupkan berbagai media menjadi karya seni yang sarat makna.

Proses pembuatan satu lukisan bisa memakan waktu hingga 24 jam, tergantung tingkat kesulitan dan detailnya. Namun, kesabaran dan ketelitiannya membuahkan hasil karya yang memikat hati.

Karya Supriadi tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga telah merambah pasar di luar Pacitan, seperti Solo dan Medan.

Harga lukisan bakar buatannya berkisar antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah, sesuai dengan tingkat kerumitan dan ukuran.

“Harga lukisan mulai dari Rp 300.000, tergantung tingkat kerumitan dan ukuran,”kata dia, Minggu (23/2/2025).

Perjalanan Supriadi tidak selalu mulus. Dua tahun pertama, karyanya kurang mendapat perhatian. Namun, ia tidak menyerah dan memanfaatkan media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok untuk memperkenalkan karyanya.

“Setelah rutin unggah konten di media sosial, karya saya mulai dikenal luas, dan penjualan pun meningkat,” ujarnya.

Kini, karya lukis bakar Supriadi hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari lukisan wajah custom yang personal hingga suvenir khas Pacitan yang unik.

Meskipun masih dalam skala mikro rumahan, ia terus berinovasi dan berharap seni lukis bakar semakin diapresiasi.

Pemasaran dilakukan melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, di mana Supriadi memamerkan karya-karyanya.

“Pemasaran online biasanya langsung kirim ke alamat pemesan, tanpa melalui marketplace. Konten media sosial hanya sebagai promosi, karena kebanyakan pesanan adalah lukisan bakar custom,” jelasnya.

Soal omzet, Supriadi tidak bisa memberikan angka pasti, karena harga lukisan bervariasi.

“Mungkin omzet minimal sekitar 2 jutaan,”katanya.

Bagi yang berminat memesan lukisan bakar custom, bisa langsung datang ke studio kerjanya di RT 02 Dusun Salamrejo, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Pacitan

Dengan ketekunan, dedikasi, dan strategi pemasaran digital yang efektif, Supriadi yakin usahanya akan terus berkembang.

“Api kreativitas” dalam dirinya terus menghasilkan karya-karya indah yang memikat hati para pecinta seni.

Lihat juga berita-berita Pacitanku di Google News, klik disini.

No More Posts Available.

No more pages to load.