Pacitanku.com, KEBONAGUNG – Di tengah semarak Ramadan, Karang Taruna Dusun Ngunut Desa Punjung berkolaborasi dengan KUA Kecamatan Kebonagung Pacitan menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Ngabuburit Ceria Bina Remaja Punjung Menuju Keluarga Sakinah”
Kegiatan itu digelar di Masjid Baiturrohim, Dusun Ngunut, Punjung, Kebonagung pada Senin (24/3/2025).
Kegiatan ini sukses menyita perhatian 38 remaja usia sekolah dan pemuda/pemudi usia nikah, yang antusias menggali ilmu tentang bahaya pernikahan usia dini dan pentingnya pencegahan stunting.
Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam menumbuhkan kesadaran remaja Desa Punjung tentang pentingnya pencegahan pernikahan dini dan stunting.
Dengan bekal ilmu yang mumpuni, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, berpendidikan, dan siap membangun masa depan yang cerah.
Kepala KUA Kebonagung, Kusnaini, S.H.I., M.SI., membuka wawasan peserta dengan pemaparan mendalam mengenai regulasi batas usia nikah dan dampak negatif yang mengintai di balik pernikahan dini.
Sementara, penyuluh Agama Islam M. Nizar Bastari, menjelaskan tentang peran penting gizi seimbang sejak remaja dalam memerangi stunting.
“Kegiatan ini merupakan bukti nyata sinergi antara Karang Taruna Dusun Ngunut dan KUA Kecamatan Kebonagung. Kami berharap, remaja Desa Punjung semakin teredukasi tentang risiko pernikahan dini dan esensi menjaga kesehatan demi masa depan yang gemilang,”kata ketua panitia penyelenggara Lilik Musthofa.
Antusiasme peserta pun terpancar jelas. Sandi (17), salah satu peserta, mengaku kini lebih memahami bahaya menikah muda.
“Saya jadi sadar, menikah muda itu risikonya besar, baik untuk kesehatan maupun masa depan. Sekarang, fokus utama saya adalah menuntaskan pendidikan,” tuturnya.
Senada dengan Sandi, Varyl (16) juga bertekad untuk lebih memperhatikan asupan gizinya.
“Ternyata, stunting bisa dicegah sejak dini dengan gizi yang baik. Mulai sekarang, saya akan lebih selektif memilih makanan sehari-hari,” ujarnya.