Dinkes Pacitan Kebut Pembangunan Gedung Rawat Jalan dan Travelator RSUD dr Darsono dari Dana DBHCHT 2026

oleh -113 Dilihat
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pacitan, drg. Nur Farida, saat diwawancarai mengenai temuan paparan bakteri Leptospira pada populasi tikus di Pacitan dan pentingnya langkah pencegahan bagi masyarakat, Jumat (8/5/2026). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan mempercepat pembangunan gedung rawat jalan baru dan fasilitas travelator di RSUD dr. Darsono menggunakan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026.

Langkah strategis ini dilakukan untuk mendongkrak kualitas serta kenyamanan pelayanan bagi pasien rujukan yang ditargetkan dapat mulai beroperasi pada awal tahun 2027.

Peningkatan infrastruktur fisik di rumah sakit pelat merah ini sengaja difokuskan pada pemenuhan fasilitas penunjang yang representatif.

Pengadaan pendingin ruangan (AC) dan travelator diharapkan dapat mengurai kendala mobilitas pasien saat berobat, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia) serta penyandang disabilitas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, Nur Farida, menjelaskan bahwa seluruh pengerjaan proyek ini berjalan dengan berpijak pada skala prioritas yang matang agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

“Karena memang untuk layanan kita sudah rencanakan menentukan skala prioritas dan pembangunan RSUD Darsono sudah berproses,” ujar Nur Farida saat memberikan keterangan kepada media, baru-baru ini.

Menurut Nur Farida, optimalisasi serapan anggaran DBHCHT tahun ini dipecah ke dalam dua sub kegiatan utama yang menjadi kebutuhan paling esensial di lingkungan RSUD dr. Darsono Pacitan.

“Dan itu memang kita bagi menjadi dua sub kegiatan yang kita fokuskan pada RSUD Pacitan. Tahun ini pemfokusan kegiatan untuk pembangunan gedung rawat jalan, belanja alat pendingin dan travelator,” pungkasnya.

Pihak Dinkes Pacitan optimistis proyek strategis daerah ini dapat rampung tepat waktu sesuai dengan kalender kerja yang telah ditetapkan.

Jika seluruh tahapan konstruksi struktur bangunan dan pengadaan perangkat penunjang selesai tanpa hambatan, gedung baru ini diproyeksikan langsung membuka pelayanan publik pada transisi tahun mendatang.

“Jika memang pekerjaan sudah selesai pembangunan gedung rawat jalan melalui dana DBHCHT 2026 maksimal awal tahun 2027 semoga segera digunakan untuk pelayanan masyarakat Pacitan. Kami memang memprioritaskan pelayanan langsung yang dirasakan masyarakat melalui dana DBHCHT 2026. Melalui anggaran yang ada kami berusaha untuk mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat,”tutup Nur Farida.

No More Posts Available.

No more pages to load.