Pacitanku.com, PACITAN — Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji berencana terjun langsung ke dalam sinkhole sedalam 110 meter di kawasan Luweng Ombo, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Rencananya, Bupati akan terjun langsung bersama 100 penelusur gua (caver) yang tergabung dalam Ekspedisi Gahvara Yava 2026, pada 17 Agustus mendatang.
Dukungan penuh terhadap misi bersejarah ini disampaikan langsung oleh Bupati saat menerima kunjungan seratus caver lintas daerah di halaman wingking (Halking) Pendopo Kabupaten Pacitan, Minggu (9/8/2026).
“Kita akan selalu suport kegiatan ini. Mudah-mudahan saya diberi keberanian untuk ikut turun,” terangnya di hadapan para penelusur gua.
Menindaklanjuti rencana tersebut, Ketua Ekspedisi Gahvara Yava 2026, M Wakhid Guntur, memastikan bahwa kesiapan timnya telah mencapai 98 persen, khususnya mengenai prosedur keselamatan bagi kepala daerah.

“Rencananya tanggal 17 Agustus Pak Bupati juga akan turun untuk membersamai upacara kemerdekaan di bawah Luweng Ombo. Teknis dan standar keamanan untuk beliau sudah kami persiapkan secara matang,” tegas Wakhid.
Sebagai langkah awal sebelum turun menelusuri gua, para peserta menggelar tradisi doa bersama dan pemotongan tumpeng (Umbul Doa) di Luweng Ombo, Senin (10/8/2026) siang. Acara ini dilangsungkan setelah tim dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, di Lapangan Kodim 0801.
Kegiatan sakral yang menjadi penanda dimulainya misi tersebut turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, beserta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Wakhid menjelaskan bahwa inisiatif mandiri dari tim speleologi dalam negeri ini jauh melampaui sekadar wisata petualangan. Tim gabungan dari Latgab Caving Jabodetabeka dan Pacitan Speleology Society (PSS) ini menargetkan pemetaan digital sistem Gua Ombo-Kebon untuk memperbarui rekor kedalaman 246 meter dan panjang lorong 7,3 kilometer.
Lebih lanjut, ekspedisi yang berlangsung hingga 19 Agustus 2026 ini juga menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna melakukan kajian biospeleologi untuk mengidentifikasi potensi spesies endemik baru.
Di sektor kemanusiaan, para peserta ekspedisi turut bergotong royong membangun instalasi yang mengalirkan air bersih dari Reservoir Luweng Jati Rambat menuju 32 sambungan rumah warga guna mengatasi krisis air di Dusun Sawahan Kulon, Desa Klepu.
Seluruh rangkaian proses luar biasa ini nantinya akan dirangkum dalam film dokumenter bertajuk “Into the Deep” yang dijadwalkan tayang di lima kota besar di Indonesia.










