Pecah! Lowrock Session Sulap 0 KM Lorok Jadi Episentrum Kreativitas dan Bangkitkan UMKM Pacitan

oleh -103 Dilihat
Penampilan musisi dalam acara musik Lowrock Session di kawasan 0 KM Lorok, Ngadirojo, Pacitan.
Kemeriahan panggung musik Lowrock Session di kawasan 0 KM Lorok, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan pada Sabtu (19/9/2026) malam. Acara ini menjadi wadah kreativitas musisi lokal sekaligus penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM setempat. (Foto: Resi Wulandari/Pacitanku)

Pacitanku.com, NGADIROJO — Kawasan 0 KM Lorok, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, sukses disulap menjadi episentrum kreativitas anak muda melalui gelaran musik bergengsi bertajuk Lowrock Session pada Sabtu (19/9/2026) malam.

Acara kolaboratif yang menghadirkan musisi lokal hingga bintang tamu dari Yogyakarta ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat, tetapi juga membawa angin segar bagi peningkatan omzet pelaku UMKM di sekitar lokasi.

Kemeriahan panggung Lowrock Session berhasil menghidupkan suasana malam di kawasan titik nol kilometer tersebut. Sejumlah penampil lokal unjuk gigi, mulai dari Noki Band, Last Night, L.O.G Band, Dewara, Afterschool, hingga NVL Project VT Aldif.

Puncak acara semakin semarak dengan performa apik dari bintang tamu utama asal Yogyakarta, Stummer Electro.

Camat Ngadirojo, Muhammad Taufik Effendi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pemuda dan dukungan berbagai pihak yang berhasil menghidupkan kembali denyut nadi ruang publik tersebut.

Menurutnya, kolaborasi ini adalah kunci dalam menciptakan ruang berekspresi sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Ngadirojo, saya mengucapkan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada teman-teman panitia dan para sponsor yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu,” ujar Taufik dalam sambutannya.

Taufik berharap, momentum Lowrock Session ini menjadi titik tolak untuk menjadikan 0 KM Lorok sebagai pusat gravitasi berbagai aktivitas warga, khususnya di sektor seni dan budaya. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang komunal yang inklusif.

“Ke depan kita harapkan akan ada event-event lagi yang bisa kita kolaborasikan. 0 KM Lorok ini sebagai episentrum berkaitan dengan semua kegiatan masyarakat, seni, budaya, dan lain sebagainya,” lanjutnya menegaskan.

Lebih jauh, Taufik menyoroti pentingnya efek ganda (multiplier effect) dari sebuah pergelaran kreatif. Kehadiran ratusan penonton di 0 KM Lorok terbukti membuka peluang ekonomi langsung bagi para pedagang kecil di sekitarnya.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, selain seni bisa berkembang, kita harapkan UMKM juga bisa berkembang, sehingga semuanya bisa menerima manfaat berkaitan dengan fasilitas dan kegiatan yang ada di 0 KM ini,” pungkasnya.

Gelaran Lowrock Session yang berlanjut hingga larut malam ini menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi seni dapat berjalan beriringan dengan kebangkitan ekonomi, sekaligus mengukuhkan 0 KM Lorok sebagai ikon ruang kreatif baru di Kabupaten Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.