Menekraf Siap Dukung Festival Film Horor Pacitan 2026 Naik Kelas Jadi Event Nasional

oleh -107 Dilihat
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama Menekraf Teuku Riefky Harsya dalam audiensi Festival Film Horor Pacitan 2026 di Jakarta.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji (kiri) saat berdiskusi mengenai prospek industri perfilman daerah dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (kanan) di Kantor Kemenekraf, Jakarta, Selasa (23/6/2026). (Foto Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Pacitanku.com, JAKARTA — Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama Komunitas Ruang Film Pacitan melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) RI Teuku Riefky Harsya di Gedung Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Audiensi tersebut dilakukan guna membahas dukungan pusat agar Festival Film Horor (FFH) Pacitan 2026 naik kelas menjadi agenda pariwisata nasional.

Pertemuan strategis ini berfokus pada evaluasi kesuksesan FFH perdana tahun 2025 serta pemantapan kolaborasi untuk penyelenggaraan FFH 2026.

Pemerintah Kabupaten Pacitan berkomitmen memperkuat ekosistem perfilman sekaligus menjadikan festival ini sebagai motor penggerak ekonomi kreatif daerah.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi tinggi inisiatif tersebut.

Menurutnya, FFH memiliki karakteristik unik sebagai festival film bertema horor pertama di Indonesia yang mengolaborasikan kekayaan narasi lokal dengan keindahan alam pesisir.

PANGGUNG SINEAS MUDA: Pemutaran film dalam Festival Film Horor (FFH) Pacitan 2025 di kawasan Alun-Alun Pacitan, Sabtu (13/12/2025). Ajang yang menampilkan 60 karya film pendek ini menjadi wadah strategis bagi sineas muda untuk mengangkat kearifan lokal dan mitos daerah ke dalam industri kreatif. (Foto: Yofa Surya Pratama/Pacitanku)

“Indonesia sangat memiliki keberagaman serta keunikan dalam budaya hingga cerita horor selayaknya tambang emas baru. Kementerian Ekraf siap mengkolaborasikan FFH dengan mitra kementerian untuk semakin membuat benchmark di mana event FFH tahun ini dapat naik kelas,”kata Teuku Riefky Harsya.

Potensi besar ini sebelumnya tercermin pada FFH 2025 yang sukses menjaring 285 film dari kategori umum, pelajar, hingga eksibisi.

Ciri khas pelaksanaan di kawasan pesisir Pantai Pancer Door menjadi pembeda utama yang memperkuat identitas festival ini di kancah nasional.

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menegaskan bahwa FFH terbukti memberikan dampak ekonomi nyata dan menjadi ruang temu produktif bagi para pelaku industri kreatif dan masyarakat luas.

“FFH ini yang mendatangkan event lain yang menurut saya itu selama ini bisa mendatangkan wisatawan. Tentu kami mengharapkan FFH 2026 dapat berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf hingga mampu menjadi festival provinsi, nasional, bahkan global,”kata Indrata Nur Bayuaji.

Pada tahun ini, FFH 2026 akan mengusung tema mendalam, “INDIGO: Melihat yang tak terlihat. Membaca yang terlupakan. Membangun yang akan datang.”

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung dari Juni hingga September, dengan malam puncak penganugerahan (awarding) pada 9–12 September 2026.

Seusai audiensi dengan Menekraf, Bupati Pacitan beserta rombongan didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi juga langsung mengunjungi Badan Perfilman Indonesia (BPI) di Gedung Film Pesona Indonesia untuk mematangkan peta jalan pengembangan FFH ke depan.

Turut hadir dalam rangkaian agenda tersebut Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pacitan Muniirul Ichwan, Direktur FFH Idham Nugrahadi, serta Direktur Film, Animasi, dan Video Kemenekraf Doni Setiawan.

No More Posts Available.

No more pages to load.