Pemkab dan Kemenag Pacitan Pantau Isu Aliran Kepercayaan demi Jaga Kondusivitas Wilayah

oleh -108 Dilihat
Kepala Kesbangpol Pacitan, Turmudi
Kepala Kesbangpol Pacitan, Turmudi

Pacitanku.com, PACITAN — Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Kementerian Agama (Kemenag) meningkatkan koordinasi serta pemantauan intensif di Kecamatan Kebonagung guna memastikan kondusivitas wilayah tetap terjaga, menyusul munculnya isu aliran kepercayaan yang meresahkan masyarakat.

Langkah proaktif ini diambil sebagai respons pemerintah daerah atas beredarnya kabar mengenai keberadaan perkumpulan atau organisasi yang disinyalir sebagai aliran baru.

Pemerintah menekankan pentingnya verifikasi lapangan untuk menghindari kegaduhan sosial di tengah masyarakat.

Kepala Kesbangpol Pacitan, Turmudi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya pendaftaran resmi organisasi masyarakat maupun perkumpulan terkait isu yang tengah ramai diperbincangkan tersebut.

“Untuk adanya berita seperti itu, Pak, belum masuk dalam organisasi masyarakat maupun perkumpulan, tidak ada,”kata Turmudi saat dikonfirmasi mengenai legalitas kelompok tersebut.

Pihak Kesbangpol terus melakukan pemantauan dinamika lapangan secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, dan menyerahkan penanganan isu ini kepada pihak berwenang.

Sejalan dengan langkah Kesbangpol, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pacitan juga memberikan atensi serius dalam penanganan masalah keagamaan. Kemenag berupaya melakukan langkah pencegahan dini guna meminimalisasi potensi gesekan sosial di tingkat akar rumput.

Plt. Kepala Kemenag Pacitan, Bambang Hadi S., memastikan pihaknya akan terus menjalin komunikasi erat dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat.

“Tentu akan menjadi atensi Kemenag bersama Kesbangpol,” tegas Bambang.

Sebagai informasi tambahan, Pujianto Ikhsan (50), warga Dusun Plalangan, Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, yang sebelumnya menjadi sorotan publik atas klaim pandangan ketuhanannya, telah menyampaikan klarifikasi dalam pertemuan perdana bersama awak media pada Kamis (6/8/2026).

Ia secara tegas membantah tudingan bahwa dirinya mengaku sebagai Imam Mahdi maupun pembawa ajaran agama baru. Pujianto menjelaskan bahwa rumahnya bukanlah padepokan, melainkan ruang bagi keluarga dan mereka yang datang secara sukarela untuk mendalami nilai-nilai ketuhanan.

No More Posts Available.

No more pages to load.