Pendakwah Kondang Gus Iqdam Resmikan YPI Nurul Azhar Desa Sooka Punung Pacitan

oleh -114 Dilihat
Gus Iqdam bersalaman erat dengan Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah dan Kapolres Pacitan saat tiba di lokasi peresmian Yayasan Pendidikan Islam Nurul Azhar di Desa Sooka
Pendakwah kondang K.H. Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam) bersalaman dengan Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah dan jajaran Forkopimda setibanya di lokasi peresmian Yayasan Pendidikan Islam Nurul Azhar di Desa Sooka, Kecamatan Punung, Pacitan, Selasa (4/8/2026) malam. (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, PUNUNG – Pendakwah kondang KH Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam) meresmikan secara langsung Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Azhar di Desa Sooka, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (4/8/2026) malam.

Acara tasyakuran dan peresmian lembaga pendidikan gratis ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, sedangkan prosesi pemotongan tumpeng dilakukan secara khidmat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tremas, KH Fuad Habib Dimyathi.

Tasyakuran akbar tersebut berlangsung semarak dan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pacitan di Desa Sooka, Kecamatan Punung.

Agenda peresmian kemudian dilanjutkan tausiyah Gus Iqdam diikuti puluhan ribu jemaah dari berbagai wilayah di lapangan Gelora Bung Harto, sekitar 300 meter dari YPI Nurul Azhar.

Rangkaian prosesi diawali dengan pembacaan tawasul dan surah Al-Fatihah yang dipimpin langsung oleh Gus Iqdam.

Seusai doa bersama, KH Fuad Habib Dimyathi memotong tumpeng secara simbolis yang kemudian diserahkan kepada Pimpinan Yayasan Nurul Azhar, KH Syamsudin.

Acara dilanjutkan dengan prosesi pengguntingan pita oleh Gus Iqdam didampingi oleh Wakil Bupati Gagarin Sumrambah sebagai tanda resmi dimulainya operasional lembaga.

Acara tasyakuran lembaga pendidikan gratis ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, serta diwarnai momen reuni emosional penuh haru antara Pengasuh Pondok Pesantren Tremas KH Fuad Habib Dimyathi dan pendiri yayasan KH Syamsudin.

Momen humanis tersebut terungkap saat KH Fuad Habib Dimyathi didaulat memberikan sambutan dan memotong tumpeng peresmian.

KH Fuad mengenang kembali masa kecil KH Syamsudin di Pondok Tremas pada era 1970-an, di mana KH Syamsudin muda merupakan sosok santri dari Tremas.

“Tahun 70-an (KH Syamsudin) sing nggulowenthah (mendidik) kulo tahun 70-an teng Tremas,“kenang KH Fuad Habib Dimyathi.

Sebagai wujud takzim seorang murid yang kini telah menjadi kiai besar, KH Fuad memotong tumpeng syukuran tersebut dan menyerahkannya langsung kepada KH Syamsudin.

Dalam tausiahnya di Lapangan Gelora Bung Harto, tak jauh dari lokasi YPI Nurul Azhar, Gus Iqdam mengapresiasi terhadap ketulusan KH Syamsudin yang menggratiskan seluruh biaya pendidikan bagi para santri.

Gus Iqdam yang merupakan pengasuh Majelis Ta’lim Sabilu Taubah Kabupaten Blitar ini menegaskan bahwa keberkahan yayasan ini tidak terlepas dari silsilah atau sanad keilmuan para pendirinya yang jelas dan terpercaya.

Keikhlasan KH Syamsudin menggratiskan biaya pesantren bagi warga tidak lepas dari barakah pengabdian (khidmah) tulusnya menjaga toko Mbah Kiai sepuh KH Habib Dimyati kala mondok di Tremas dahulu.

Sanad keilmuane jelas. Mbah Kyai Samsudin mondok rumiyin dateng Tremas, dateng Mbah Kiai Dimyati. Sanad-e, barokahe saking Tremas niku,” kata Gus Iqdam menekankan pentingnya menuntut ilmu pada guru yang bersambung sanadnya.

Gus Iqdam menambahkan seorang santri yang mengabdi penuh untuk ilmu dan kiai niscaya akan dimuliakan hidupnya oleh Allah SWT.

Gus Iqdam juga mengimbau warga Pacitan agar tidak ragu menitipkan anak-anak mereka ke pesantren guna membekali mereka dengan ketakwaan dan akhlak mulia di tengah tantangan era digital

YPI Nurul Azhar merupakan lembaga kemasyarakatan yang menaungi pendidikan formal gratis, mulai dari jenjang PAUD, madrasah, sekolah kejuruan, hingga Pondok Pesantren dan Tahfidz Alquran.

Lembaga ini berpusat di Jakarta dan didirikan oleh KH Syamsudin, putra asli Desa Sooka, Kecamatan Punung yang juga alumni Pondok Pesantren Tremas Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.