Pacitanku.com, PACITAN – Pacitan Speleology Society (PSS) ikut tergabung dalam Gahvara Java Expedition 2026 di kawasan karst Luweng Ombo, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.
Ekspedisi ini mengusung tiga pilar utama, yakni Bergerak, Bermanfaat, dan Berkarya, guna mengeksplorasi sistem gua yang memiliki panjang teridentifikasi 7,3 kilometer dan kedalaman 246 meter tersebut.
Koordinator Kegiatan Ekspedisi dari PSS, Aziz Pratoko, menjelaskan bahwa ekspedisi ini bertujuan untuk menetapkan Sistem Gua Ombo-Kebon sebagai gua terpanjang nomor 9 di Indonesia dan terdalam di Pulau Jawa melalui pemetaan digital riset.
“Bagi masyarakat awam, Luweng Ombo mungkin dianggap sekadar lubang raksasa yang tidak memiliki nilai strategis. Padahal, ini adalah ‘bongkahan emas’ bagi ilmuwan, penggiat wisata ekstrem, maupun olahraga speleologi,” ujar Aziz Pratoko.
Baca juga: Bertajuk Gahvara Java Expedition 2026, Tim Ekspedisi Nasional Telusuri Luweng Ombo Pacitan
Lebih lanjut, Aziz menambahkan, Pacitan merupakan destinasi krusial bagi pecinta speleologi.

“Pacitan adalah tempat ‘umrah’-nya para pecinta ketinggian dan kedalaman. Jika kita bicara tidak afdol naik gunung sebelum ke Gunung Rinjani, maka tidak afdol memasuki goa dan luweng sebelum masuk ke Goa Luweng Ombo di Pacitan,” tegasnya.
Selain eksplorasi ilmiah, pilar Bermanfaat diwujudkan melalui aksi kepedulian sosial, termasuk distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kecamatan Donorojo dan penyediaan fasilitas listrik umum di Dusun Kebon.
Tim juga melaksanakan program pipanisasi di Dusun Sawahan Kulon, Desa Klepu, untuk mengatasi krisis air bersih bagi 32 kepala keluarga.
Pada sektor riset, ekspedisi ini berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk kajian biospeleologi, termasuk identifikasi potensi spesies endemik baru.
Sementara pilar Berkarya akan menghasilkan film dokumenter perjalanan berjudul “Into the Deep” yang direncanakan tayang secara nasional, serta penyusunan literatur ilmiah sejarah Luweng Ombo.
Puncak kegiatan dijadwalkan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-81, melalui upacara pengibaran bendera Merah Putih di kedalaman 110 meter.
Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan standar keselamatan ketat, bersinergi dengan Pemkab Pacitan, TNI, Polri, BPBD, dan relawan setempat.














