BPBD Pacitan Pastikan Hujan Pekan Ini Efek Modifikasi Cuaca Bromo, Kapan Awal Musim Penghujan?

oleh -6 Dilihat
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso memegang mikrofon saat menyampaikan materi dalam Workshop FPRB Kelurahan Ploso bersama FIA UI.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pacitan, Yagus Triarso (kanan), menyampaikan paparan mengenai cuaca dan mitigasi bencana dalam Workshop Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Ploso bersama Klaster CGDTPS FIA UI, Jumat (6/11/2026). (Foto: Febriani Cahyaningtias/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Hujan yang mengguyur Kabupaten Pacitan dalam beberapa hari terakhir dipastikan belum menandai masuknya musim penghujan, melainkan dampak pergeseran awan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) penanganan kebakaran hutan di kawasan Bromo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan mengimbau warga tetap mewaspadai potensi bencana masa peralihan sembari menunggu awal musim hujan pada akhir November 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pacitan, Yagus Triarso, menjelaskan bahwa tiupan angin ke arah barat membawa bibit awan hasil penyemaian dari kawasan Bromo menuju langit Pacitan.

Menurutnya, keberhasilan operasi modifikasi tersebut sangat bergantung pada ketersediaan awan mendung yang memadai di atmosfer.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menguatnya fenomena El Niño membuat awal musim hujan di Pacitan mundur ke dasarian ketiga November 2026. Yagus menerangkan bahwa penetapan awal musim hujan mengacu pada akumulasi curah hujan dalam satu dasarian atau periode sepuluh hari.

“Dasarian itu sepuluh hari. Jadi, kalau hujan hanya empat hari, belum bisa dikategorikan sebagai musim penghujan. Ada kriteria curah hujan yang harus terpenuhi,” kata Yagus saat kegiatan penguatan kapasitas Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di Kelurahan Ploso, Jumat (6/11/2026).

Ia memaparkan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan mulai turun merata di Pacitan pada akhir November hingga Desember 2026. Adapun puncak intensitas hujan diprediksi berlangsung pada Januari hingga Februari 2027.

Menyikapi dinamika cuaca tersebut, BPBD Pacitan menggandeng Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) untuk memperkuat kesiapsiagaan anggota FPRB lintas profesi di Kelurahan Ploso. Langkah ini ditempuh agar masyarakat mampu memetakan kerawanan sekaligus mencari solusi atas kendala kebencanaan di lingkungan masing-masing.

“Hari ini kita berupaya meningkatkan kapasitas dalam pengurangan risiko bencana. Jika sewaktu-waktu terjadi bencana, masyarakat sudah siap dan mampu meminimalkan risiko, mulai dari kehilangan nyawa maupun dampak lainnya,” ujar Yagus.

No More Posts Available.

No more pages to load.