Pacitanku.com, BANJARNEGARA — Pendakwah kondang KH Anwar Zahid selamat dari insiden kecelakaan lalu lintas beruntun setelah mobil Toyota Alphard yang ditumpanginya diseruduk truk trailer di Jalan Raya Padangan-Ngawi, tepatnya di Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (10/8/2026) malam.
Meski kendaraannya mengalami kerusakan parah, ulama asal Bojonegoro ini dipastikan tanpa luka dan tetap melanjutkan jadwal dakwahnya ke Banjarnegara, Jawa Tengah.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian, menjelaskan bahwa kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 22.45 WIB tersebut melibatkan mobil Alphard bernomor polisi S 148 AH dan sebuah truk trailer bernomor polisi S 9491 UH.
Insiden bermula saat mobil yang ditumpangi KH Anwar Zahid terpaksa berhenti di kawasan Tinggang karena diberlakukannya sistem buka-tutup arus akibat perbaikan jalan. Diduga pengemudi truk mengantuk sehingga tidak mampu menguasai laju kendaraan sehingga menabrak Alphard KH Anwar Zahid.
Kuatnya benturan dari truk trailer yang dikemudikan pria berinisial WP asal Mojokerto itu menyebabkan mobil Alphard terdorong ke depan, hingga akhirnya tergencet lantaran menabrak truk jungkit (dump truck) yang juga tengah berhenti di depannya.
Dalam klarifikasinya saat mengisi tausiah di Kabupaten Banjarnegara, KH Anwar Zahid menceritakan langsung detik-detik menegangkan tersebut kepada jemaah.
“Baru saja berhenti belum ada satu menit, tiba-tiba dari arah belakang ada truk besar yang melaju kencang. Ternyata, sopir truk tersebut mengantuk berat sampai tertidur saat menyetir. Karena mengantuk, dia tidak sengaja menginjak pedal gas dalam-dalam,” kata ulama yang akrab disapa Abah Anza ini, dikutip dari laman Youtube Anza Channel KH Anwar Zahid.
“Kondisi mobil ringsek parah di bagian depan dan belakang. Namun alhamdulillah, atas pertolongan Allah, saya diselamatkan dan kondisi saya utuh tanpa luka sedikit pun,” tegasnya.
Pascakejadian, KH Anwar Zahid beserta sopirnya sempat dievakuasi ke RSUD Padangan guna menjalani pemeriksaan medis. Karena kondisinya dinyatakan stabil dan tidak memerlukan perawatan intensif, rombongan memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanan ke Banjarnegara.
Hal ini terlaksana berkat dukungan fasilitas transportasi pengganti berupa Toyota Innova dari Bupati Blora Arief Rohman dan Polres Blora.
Di Banjarnegara, agenda pengajian dan selawat tetap berjalan normal tanpa kendala. Gaya khas ceramah Abah Anza yang santai dan kocak sama sekali tidak pudar kendati baru saja mengalami musibah.
Ia bahkan menyempatkan diri membagikan rezeki kepada anak-anak yatim yang hadir dan melontarkan candaan hangat yang disambut riuh tawa jemaah.
“Ayo salaman ke orang-orang ini, siapa tahu dapat uang lagi. Nah, lak tenan to (nah, benar kan),” selorohnya seraya menunjuk para pejabat yang duduk di sekitarnya.













