Sambut Bulan Suro, Paguyuban Sido Rukun Gelar Gebyar Langen Beksan Tayub di Pager Lor Pacitan

oleh -106 Dilihat
Suasana pagelaran Langen Beksan Tayub dalam rangka menyambut Bulan Suro di Lapangan Dusun Wates, Desa Pager Lor, Kecamatan Sudimoro. (Foto: Sandy/Panitia)

Pacitanku.com, SUDIMORO-Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suro, Paguyuban Sido Rukun Dusun Wates, Desa Pager Lor, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan menggelar Gebyar Langen Beksan Tayub pada Jumat malam Sabtu (26/6/2026).

Pagelaran budaya yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB di Lapangan Dusun Wates ini terbuka untuk masyarakat umum sebagai upaya melestarikan kesenian tradisional sekaligus mempererat tali silaturahmi melalui budaya.

Ketua Paguyuban Sido Rukun, Nyoto Wiyoso, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya leluhur.

Selain menjadi tradisi menyambut Bulan Suro, pagelaran ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah serta memperkuat kebersamaan antarwarga.

Paguyuban ini dikomandoi oleh Nyoto Wiyoso yang rumahnya berada di sekitar kawasan Makam Sakral Mbah Tegeng, yang sempat dijadikan tema Rontek Pager Lor pada tahun 2023.

Gebyar Langen Beksan Tayub tahun ini tidak hanya diikuti oleh Paguyuban Sido Rukun dan masyarakat Dusun Wates.

Sejumlah paguyuban dari berbagai wilayah di Kabupaten Pacitan turut ambil bagian, di antaranya Paguyuban Wora Wari Kebonagung, paguyuban dari Jetak, Tulakan, serta beberapa paguyuban seni lainnya.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kesenian Tayub masih mendapat tempat di tengah masyarakat dan terus berkembang melalui kolaborasi lintas daerah.

Pemerintah Desa Pager Lor memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Kepala Desa Pager Lor, Tukadi, bahkan terlibat langsung sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan acara sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

“Semoga Gebyar Langen Beksan Tayub ini menjadi agenda budaya yang terus berkembang, mampu mempererat persaudaraan, melestarikan budaya leluhur, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Desa Pager Lor,” ujar Tukadi.

Selain mendapat dukungan dari pemerintah desa, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Menariknya, pengembangan kesenian Langen Beksan Tayub tidak hanya dilakukan oleh kaum laki-laki, tetapi juga melibatkan kaum perempuan yang berperan dalam berbagai aspek penyelenggaraan maupun pelestarian seni budaya tersebut.

Salah satu panitia, Sandy, mengaku bersyukur atas antusiasme masyarakat yang hadir dan mendukung jalannya acara.

Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal utama agar kegiatan budaya seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

“Kami senang dengan adanya kegiatan positif seperti ini. Semoga ke depan Gebyar Langen Beksan Tayub semakin meriah, semakin dikenal masyarakat luas, dan terus menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Pacitan,” kata Sandy.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Gebyar Langen Beksan Tayub juga membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka lapak di sekitar lokasi acara.

Kehadiran para pedagang diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir menikmati pagelaran budaya.

Melalui semangat kebersamaan yang diusung Paguyuban Sido Rukun, Gebyar Langen Beksan Tayub diharapkan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat dalam menyambut Bulan Suro, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat silaturahmi, menjaga kelestarian budaya, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan seni tradisional Kabupaten Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.