Warga Pacitan Berduka, Ulama Kharismatik KH Umar Syahid Berpulang

oleh
KH Umar Syahid. (Foto: NU)
KH Umar Syahid. (Foto: NU)

Pacitanku.com, PACITAN – Warga Pacitan berduka setelah kehilangan salah satu ulama kharismatik asal Pacitan yang juga Mustasyar PCNU Pacitan, KH Umar Syahid atau yang akrab disapa Mbah Umar Tumbu wafat pada Rabu (4/1/2017) pukul 22.55 WIB.

Mbah Umar Tumbu sebelumnya dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pacitan pada Selasa sore. Namun, setelah mendapatkan perawata intensif, sosok sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) dan Pondok pesantren Tremas ini berpulang pada rabu malam di RSUD Pacitan pada usia 114 tahun.

“Innalilahi Wa Innalilahi Rojiun, Keluarga besar Pondok Tremas Berduka, Umat Muslim Indonesia kembali ditinggalkan oleh salah satu ulama sepuhnya, Simbah KH Umar Syahid (Mbah Umar Tumbu)/Santri Sepuh Pondok Tremas (Usia 114 tahun) dipanggil kehadirat Allah SWT, Malam ini pukul 22.55 di RSUD Pacitan, Semoga Allah SWT menempatkan beliau ditempat yang paling indah disisiNYA,”demikian ungkapan duka dari Attarmasy Ma’had Aly.


Mbah Umar Tumbu adalah salah satu ulama sepuh yang sangat dihormati di kalangan warga NU. Ulama yang lebih mendahulukan kepentingan umat daripada dirinya sendiri. Yang tidak pernah mengejar kenikmatan dunia.

Masyarakat Pacitan menyebut atau menggelari beliau sebagai salah satu kiai yang loman. Salah satu kedermawanan Mbah Umar Tumbu adalah  menghibahkan tanahnya kepada Dinas Pendidikan Pacitan untuk dibangun gedung sekolah.

Beberapa hal yang juga kami kagumi adalah sikap istiqomah beliau dalam khidmat, sekaligus sikap tawadhu’ beliau terhadap guru dan pondok pesantren. “Aku iki kur buntut, sirahe iku Tremas” (saya ini cuma ekor, kepalanya itu Tremas).

Selain itu cintanya kepada NU juga dan shalawat juga luar biasa. Informasi yang dihimpun Pacitanku.com, setiap kali Jam’iyah Nahdhatul Ulama’ atau pesantren mengadakan acara shalawatan, Mbah Umar Tumbu tidak pernah absen. Selamat jalan Mbah Umar Tumbu. (RAPP002)